Rabu, 29 April 2026

Berita Tulungagung

Baznas Microfinance Desa di Tulungagung, Bantu Masyarakat Terhindar dari Rentenir dan Pinjol

Keberadaan Baznas Microfinance Desa diharapkan bisa menjadi solusi masyarakat agar tidak terjerat rentenir atau lintah darat dan pinjaman online

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Pimpinan Baznas RI Pembina Wilayah Jawa Timur, Kolonel (Purn) Nur Chamdani (kanan) dan Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno meresmikan Kantor Baznas Microfinance Desa (BMD), di Kompleks Perkantoran Pemkab Tulungagung, bekas kawasan Ruko Belga. 

Dengan metode yang selama ini dijalankan, banyak yang dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).

“Makanya rencana pengembangan sangat bagus. Ke depan akan ada institut microfinance,” katanya.

BMD Kabupaten Tulungagung adalah yang ke-4 di Jawa Timur, setelah di Malang, Sampang dan Ponorogo.

Sedangkan di seluruh Indonesia sebelumnya sudah ada 25 BMD di 17 provinsi.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menyatakan dukungannya ke BMD.

“Pasti kami dukung, karena kemanfaatan Baznas sudah kita rasakan. Baik di bidang sosial masyarakat, membantu kemiskinan, pendidikan dan yang terbaru BMD ini,” ujarnya.

Lanjut Pj Bupati, sebelum resmi diluncurkan sudah ada sekitar 200 pedagang di car free day (CFD) yang mengakses BMD.

Saat ini sudah ada antrean sekitar 500 pedagang yang berminat mendapatkan bantuan permodalan dari BMD.

Pemkab Tulungagung mendukung keberadaan MBD dengan pinjam pakai kantor yang ada di kompleks perkantoran Jalan Agus Salim, bekas Ruko Belga.

“Ke depan kami juga dukung institut microfinance BMD. Kami punya tenaga-tenaga yang bisa untuk membimbing,” pungkas Heru Suseno. 

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved