Kamis, 23 April 2026

Pilkada Banyuwangi 2024

KPU Banyuwangi Gelar Debat Publik Kedua Pilkada Banyuwangi

Debat publik kedua ini akan digelar di salah satu stasiun televisi swasta dan disiarkan secara langsung pada Minggu (10/11/2024).

|
Penulis: Haorrahman | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
Debat publik kedua Pilkada Banyuwangi 2024. 

SURYA.CO.ID BANYUWANGI - KPU Banyuwangi kembali menggelar debat publik Calon Bupati - Calon Wakil Bupati (Cabup - Cawabup) Banyuwangi dalam Pilkada Serentak 2024.

Debat publik kedua ini akan digelar di salah satu stasiun televisi swasta dan disiarkan secara langsung pada Minggu (10/11/2024).

Ketua KPU Banyuwangi Dian Purnawan menjelaskan, tema yang dibahas pada debat kedua akan berbeda dengan yang pertama.

"Untuk tema debat publik kedua Cabup - Cawabup Banyuwangi, yakni menyelesaikan persoalan daerah dan meningkatkan pelayanan masyakarat," terang Dian.

Materi debat publik kedua disusun oleh lima panelis, masing Dosen Fakultas Ilmu Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ali Hamdan PhD, Dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya Dr Sasongko Budi Susetyo, Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi M Shofi'ul Amin, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya M Helmi Umam, dan Dosen Fisip Sunan Ampel Surabaya Dr Mohammad Ilyas Rolis.

"Jawaban dan program kerja pasangan calon tentu sangat menarik untuk dilihat dan didengar plus dicermati. Karena ini terkait kepemimpinan serta pelayanan lima tahun mendatang," ujar Dian.

Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pertisipasi Masyarakat serta Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) Enot Sugiharto menambahkan, debat publik dimulai pukul 19.00 WIB.

"Pada debat publik kedua ini, sama seperti yang pertama, akan menghadirkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi nomor urut 1 Ipuk Fiestiandani - Mujiono dan nomor urut 2 Ali Makki Zaini - Ali Ruchi," katanya.

Ia berharap, masyakarat Banyuwangi menyempatkan diri untuk menonton debat publik yang digelar KPU sebagai hahan pertimbangan dalam menentukan pilihan saat pencoblosan.

"Harapan kami pada debat publik kedua masyarakat bisa menonton dan menyimak bagaimana paslon menyampaikan gagasannya sebagai calon pemimpin," tutur Enot. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved