Jumat, 1 Mei 2026

Berita Surabaya

Komunitas Guru Satkaara Berbagi Bekali Cara Menjaga Kesehatan Mental bagi Guru

Kesehatan mental guru sangatlah penting dalam mendukung mereka berkegiatan mengajar di sekolah.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ist
Dosen Prodi Psikologi, FISIP, Universitas Brawijaya, Naila Kamaliya, M.Psi.,Psikolog saat menyampaikan materi di Webinar KGSB, dengan tema Jaga Kesehatan Mental Guru, Waspadai Gejala dan Dampak Teacher Burnout. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Kesehatan mental guru sangatlah penting dalam mendukung mereka berkegiatan mengajar di sekolah.

Dalam survei RAND Corporation pada tahun 2022, di mana 73 persen guru melaporkan sering mengalami stres terkait pekerjaan.

"Selain itu, 59 persen dari mereka merasa mengalami burnout, yaitu kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang kerap kali tidak disadari oleh para guru," kata Naila Kamaliya MPsi Psikolog, sekaligus dosen Program Studi Psikologi, FISIP Universitas Brawijaya, saat webinar yang digelar Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) dan Tupperware Indonesia.

Sementara 28 persen lainnya mengaku mengalami gejala depresi.

Survei tersebut juga mengungkap bahwa 77 persen guru merasa bahwa kondisi kesehatan mental mereka yang buruk berdampak negatif pada kesehatan mental siswa di kelas.

Dan 85 persen menyatakan bahwa hal tersebut mempengaruhi perencanaan pembelajaran mereka.

Burnout pada guru sering kali muncul dari tekanan pekerjaan yang tinggi dan kurangnya dukungan di lingkungan kerja.

"Karena itu menjaga kesehatan mental sangatlah penting agar guru tetap bisa memberikan yang terbaik bagi siswa," jelas Naila, dalam webinar bertajuk Jaga Kesehatan Mental Guru, Waspadai Gejala dan Dampak Teacher Burnout tersebut, di antaranya dengan meluangkan waktu untuk istirahat, berbagi cerita dengan rekan, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga adalah beberapa cara ampuh untuk mengatasi rasa lelah yang berlebihan.

"Dengan langkah-langkah sederhana ini, guru bisa tetap fokus, penuh energi, dan terus bersemangat dalam menginspirasi generasi penerus," lanjut Naila.

Burnout pada guru tak hanya tentang lelah fisik, tetapi juga tekanan emosional yang seringkali terabaikan.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan mengenali batas diri dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

"Ketika guru merasa didukung dan memiliki waktu untuk istirahat, mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan mengajar dengan tenang dan penuh energi.” imbuh Naila.

Kesehatan mental guru memegang peran krusial dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah.

Guru yang stabil secara emosional dan mampu mengelola stres dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan produktif bagi siswa.

Webinar ini juga memberikan strategi bagi para guru untuk menjaga kesehatan mental dan memastikan lingkungan belajar yang kondusif.

Webinar ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KGSB untuk memberdayakan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Melalui dukungan Program Studi Psikologi, FISIP, Universitas Brawijaya dan Tupperware Indonesia, KGSB menunjukkan komitmennya tidak hanya pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis para pendidik.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu para guru untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental mereka," kata Ardyles Faesilio, Ketua KGSB, saat memberi sambutan dalam webinar.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober.

Tema global yang diusung pada tahun 2024 adalah 'Saatnya Mengutamakan Kesehatan Mental di Tempat Kerja' (It is Time to Prioritize Mental Health in the Workplace).

"Tema ini relevan dengan tantangan yang dihadapi para guru sebagai tenaga pendidik di lingkungan kerja sekolah yang penuh tekanan," papar Ardyles.

Webinar KGSB ini diikuti lebih dari 200 peserta tenaga pendidik dari seluruh Indonesia dan Timor Leste.

Head of Marketing PT Tupperware Indonesia, Maretta Ria Netty menyebut pihaknya mendukung acara ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam bidang pendidikan.

"Kami terus memperhatikan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Maretta.

Menjaga kesehatan mental guru merupakan salah satu aspek penting dalam proses belajar mengajar.

"Kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan ini dan sangat senang dapat berkolaborasi dengan KGSB serta Program Studi Psikologi, FISIP, Universitas Brawijaya,” pungkas Maretta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved