Hari Santri Nasional 2024
ASN Pemkab Sumenep Wajib Berpakaian Santri Selama 5 Hari
Pemkab Sumenep Madura mewajibkan bagi seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan pemerintah setempat untuk berpakaian santri
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Madura mewajibkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan pemerintah setempat untuk berpakaian santri guna memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024.
Kewajiban berpakaian muslim dan muslimah tersebut sesuai dengan surat edaran Plt. Bupati Sumenep, Dewi Khalifah Nomor 6/2024 tentang peringatan Hari Santri Nasional.
"Sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI), maka bagi semua ASN berpakaian muslim dan muslimah selama lima hari mulai 21 hingga 25 Oktober 2024," kata Dewi Khalifah dalam upacara apel di halaman Pemkab Sumenep pada Senin (21/10/2024).
Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep selama lima hari untuk laki-laki dalam melaksanakan tugas dinas agar memakai sarung, atasan baju muslim warna putih lengan panjang dan berpeci warna hitam.
Sedangkan untuk pegawai wanita, lanjut Dewi harus memakai baju muslimah warna putih dengan menggunakan kerudung atau jilbab warna putih.
Pihaknya menyatakan, bagi ASN berpakaian santri tidak berlaku yang sifat pekerjaannya memiliki ciri khusus teknis operasional.
Sehingga tidak menghambat tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "ASN atau pegawai di BUMD, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Puskesmas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tetap menggunakan pakaian yang berlaku pada hari itu," terang Dewi.
Dari Kediri, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kediri turut berpartisipasi aktif dalam serangkaian kegiatan keagamaan menyambut HSN 2024. Sebagian besar WBP yang berstatus sebagai santri di Pondok Pesantren At-Taubah mengisi peringatan ini dengan tadarus Al-Quran dan belajar mengaji.
Pondok Pesantren At-Taubah, yang berada di dalam lingkungan Lapas Kediri, menjadi pusat kegiatan bagi para WBP yang ingin memperbaiki diri dan memperdalam pengetahuan agama Islam.
Kepala Lapas Kediri Urip Dharma Yoga menyampaikan, kebanggaannya terhadap para WBP yang menunjukkan semangat tinggi dalam memperbaiki diri melalui program keagamaan Pondok Pesantren At-Taubah. "Saya sangat bangga melihat WBP yang meskipun dalam kondisi terbatas, memiliki niat tulus untuk berubah menjadi lebih baik. Ini sangat menyentuh hati saya. Kegiatan ini bukan hanya bentuk peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan," kata Urip, Senin (21/10).
Menurut Urip, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi salah satu elemen penting dalam pembinaan di lapas. WBP yang mengikuti program ini diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik, lebih kuat dalam spiritualitas, dan siap untuk berintegrasi kembali ke masyarakat setelah keluar dari lapas.
Urip mengatakan, hal tersebut selaras dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Heni Yuwono. Di mana program pembinaan keagamaan dinilai sangat krusial dalam upaya pembentukan mental dan karakter para WBP.
"Kami berharap melalui program-program seperti ini, para WBP bisa semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memiliki bekal mental yang kuat untuk menghadapi kehidupan di luar nanti," terang Urip.
Di Bondowoso, ebanyak 2017 santri dan 103 tenaga pendidikan MI At Taqwa berjalan kaki sepanjang 2 kilometer. Mereka yang rerata kelas 1-6 MI itu, mengenakan berbagai keanekaragaman budaya dan suku di Indonesia. Lantunan lagu hari santri, hingga sejumlah tahfidz membacakan sejumlah ayat-ayat suci Al Qur'an terdengar nyaring di sepanjang perjalanan.
Dari depan Masjid Agung At Taqwa Bondowoso PB Sudirman, dan finish di Education Centee At Taqwa di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso.
| Ekspor Gula Aren Pacitan Tembus 3 Benua, Khofifah: Jatim Rajai Ekonomi Kehutanan |
|
|---|
| Sosok KH Anwar Iskandar Dinilai Layak Isi Formasi AHWA Muktamar NU |
|
|---|
| Sosok Setya Budi Arijanta, Deputi LKPP yang Ngaku Dihubungi Pejabat Usai Bicara di Sidang Nadiem |
|
|---|
| Jelang Keberangkatan Haji 2026, Kemenhaj Kota Mojokerto Gelar Pembinaan Karu dan Karom |
|
|---|
| Konflik Penghuni Kos Vs Penjaga Kos di Menganti Gresik Berujung Lapor Polisi Gara-Gara Sajam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Suasana-ASN-Pemkab-Suumenep-memakai-baju-santri.jpg)