SURYA Kampus
ITS Raih Posisi Tiga Besar di Pimnas Ke-37
Pada kompetisi ini, tim ITS berhasil memborong 19 gelar juara, terdiri atas 17 medali tim dan dua kategori penghargaan individu.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih peringkat III, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya pada perhelatan Pekan llmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Universitas Airlangga (Unair).
Pada kompetisi ini, tim ITS berhasil memborong 19 gelar juara, terdiri atas 17 medali tim dan dua kategori penghargaan individu.
Di mana medali tim ini diperoleh melalui kategori poster dan presentasi dari sembilan skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilombakan.
Menanggapi raihan prestasi membanggakan ini, Ketua Satuan Tugas PKM ITS 2024 Dr Hertiari Idajati ST MSc menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh kontingen ITS yang telah berpartisipasi dalam Pimnas tahun ini.
“Keberhasilan ITS meraih peringkat ketiga dalam Pimnas tahun ini tidak lepas dari kerja keras dan semangat juang seluruh kontingen,” ujarnya.
Ida melanjutkan, ITS juga perlu melakukan persiapan lebih matang terutama pada alokasi dana untuk meningkatkan kualitas pembinaan dalam menghadapi Pimnas selanjutnya.
Dari evaluasi tersebut, dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ini berharap agar ke depannya ITS dapat merebut kembali posisi juara umum pada Pimnas ke-38 tahun depan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Ir Suharti MA PhD pada malam Penutupan dan Penganugerahan Pimnas ke-37 menyampaikan bagaimana besarnya potensi sumber daya manusia (SDM) bangsa yang terlihat melalui Pimnas.
“Lewat Pimnas ini menunjukkan betapa besarnya potensi SDM kita yang tergerak untuk terus bergerak dan mengembangkan riset dan inovasi di Indonesia. Bayangkan jika seluruh mahasiswa di Indonesia aktif melakukan penelitian, rasanya masalah negara kita bisa terselesaikan dalam satu tahun,” tuturnya penuh bangga.
Sejalan dengan impian Indonesia Emas 2045, menurutnya, pembangunan ekosistem riset dan inovasi sangat diperlukan.
Pengembangan ekosistem harus dilakukan oleh semua pihak. Tidak hanya pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan dan regulasi.
“Indonesia harus benar-benar membangun ekosistem penelitian yang baik dan produktif, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Tapi tentu itu semua tidak bisa hanya dilakukan sendirian, tapi juga perlu adanya kolaborasi. Kolaborasi dengan mitra dan industri,” ujar Suharti.
Semangat kolaborasi dan kerja sama itu juga tentunya harus menjadi catatan penting bagi para mahasiswa dalam melakukan penelitian dan merancang inovasi.
Suharti menekankan bagaimana setiap bidang pengetahuan harus bisa bekerja sama.
“Tuntutan bagi para mahasiswa untuk menjadi peneliti dan inovator adalah melakukan kolaborasi dan kerja sama. Tidak hanya dalam satu bidang saja, tapi antar bidang dan sektor,” tekannya.
Guna mewujudkan ekosistem yang unggul dan cemerlang, Sekjen Kemendikbudristek itu juga menerangkan bahwa pembangunan SDM adalah hal yang perlu diprioritaskan. Karena segala kemajuan tidak dapat bergerak tanpa kemampuan SDM yang mumpuni.
“Satu syarat penting yang tidak mungkin tidak ada adalah pengembangan SDM. Jadi Pimnas ini ditujukan untuk mendapatkan dan membentuk para talenta untuk menjadi seorang peneliti, inovator, dan pengembang ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Suharti berharap, melalui Pimnas yang rutin diadakan setiap tahunnya dapat terus mencetak para peneliti dan inovator muda. Sehingga, apa yang dihasilkan hari ini dapat bermanfaat bagi masa depan bangsa.
“Kami sangat berharap pengembangan ekosistem, IPTEK, riset, dan inovasi , bisa dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan masa depan bisa gemilang, tidak hanya untuk mahasiswa, tapi untuk bangsa,” pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Menteri PPPA Ungkap Tingginya Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Forum Unesa |
|
|---|
| Sosok Fadhila, Mahasiswi UPN Veteran Jatim Ciptakan IELS.co, Raih Penghargaan Tingkat Asia |
|
|---|
| Startup Mahasiswa ITS Terangin Tembus Top 6 Global Challenge di AS |
|
|---|
| Untag Surabaya Hadirkan Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Publik di Tarakan |
|
|---|
| RS Ubaya Gandeng KONI Jatim Perkuat Penanganan Cedera Atlet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kontingen-ITS-tengah-dan-berbagai-tim-perguruan-tinggi-lainnya-pada.jpg)