Pilkada Mojokerto 2024

Ikfina-Gus Dulloh Vs Gus Barra-Rizal di Debat Pilkada Mojokerto 2024, Soroti Kesejahteraan Guru

Ikfina Fahmawati-Gus Dulloh dan Muhammad Al Barra-Muhammad Rizal Octavian, saling unjuk gigi dalam debat publik pertama Pilkada Mojokerto 2024.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mojokerto, Ikfina-Gus Dulloh dan Gus Barra-Rizal, dalam debat perdana Pilkada Mojokerto 2024. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati-Sa'Dulloh Syarofi (Gus Dulloh) dan Muhammad Al barra-Muhammad Rizal Octavian, saling unjuk gigi dalam debat publik pertama Pilkada Mojokerto 2024.

Penampilan masing-masing paslon (Pasangan calon) nomor urut 1 Idola (Ikfina-Gus Dulloh), dan paslon nomor urut 2 Mubarok (Gus Barra-Rizal), mereka membeberkan program-program unggulan dan beradu gagasan salah satunya kesejahteraan guru di Bumi Majapahit.

Pertanyaan dari panelis dalam debat tersebut salah satunya, terkait program konkret masing-masing paslon untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Dengan latar belakang Sustainable Development Goals (SDGs), yang merupakan komitmen bersama negara-negara PBB untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

SDGs sudah diterapkan di Indonesia di antaranya adalah pendidikan berkualitas yang ditargetkan tercapai 2030 mendatang.

Cawabup nomor 1, Sya’dulloh Syarofi berpendapat, bahwa pendidikan berkualitas harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru atau tenaga pendidik.

Karena guru yang berkompeten akan mencetak peserta didik yang terampil dan mumpuni menjawab tantangan zaman.

"Artinya pendidikan yang berkualitas, yang diberikan oleh guru yang terampil itu akan menghasilkan murid-murid yang tidak hanya terampil terkait kemampuan intelegensi saja. Tetapi juga dipersiapkan sebagai kontribusi utama, dalam bagian kemajuan yang dilakukan oleh suatu daerah," kata pria yang akrab disapa Gus Dulloh, dalam debat yang diakses dari YouTube KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (14/10/2024) malam.

Putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, KH Chusaeni Ilyas ini mengungkapkan, pihaknya akan memperjuangkan insentif guru yang layak dan memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan lanjutan.

Karena menurutnya, selain insentif  guru, mereka juga harus mendapatkan akses-akses pendidikan lanjutan yang bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilannya sebagai penunjang profesi tenaga pendidik.

"Ini adalah program yang kemungkinan akan dijalankan nomor 1. Peningkatan insentif guru yang lebih baik dan akses pendidikan keberlanjutan, melalui beasiswa-beasiswa yang diberikan secara rutin kepada guru dari berbagai tingkatan," ucap Gus Dulloh.

Cabup nomor urut 2, Muhammad Al barra atau Gus Barra mengatakan SDGs adalah Sustainable Development Goals, di mana guru adalah kunci keberhasilan pendidikan.

Dirinya menilai terkait kendala di Kabupaten Mojokerto ditengarai adanya kekurangan tenaga pengajar khususnya SMP.

"Maka untuk kendala itu, kita akan memenuhi kebutuhannya apa yang kemudian dibutuhkan. Guru memiliki kualitas kompeten, kita akan mengadakan pelatihan untuk optimalisasi kompetensi guru. Kita ingin memetakan sesuai bidang kemampuannya," ujar Gus Barra.

Gus Barra juga menyinggung terkait kesejahteraan guru yang harus ditingkatkan untuk kesejahteraan tenaga pendidik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved