Rabu, 29 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Rutin Gelar Vaksinasi Rabies, Pertahankan Kasus Rabies Zero

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi rutin menggelar vaksinasi rabies pada hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Ratusan hewan peliharaan yang berpotensi menjadi pembawa rabies, seperti kucing, anjing, monyet, dan musang mengikuti vaksinasi gratis dalam program Gerakan Obat Cacing Anjing Kucing Terpadu Plus Rabies yang digelar di Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi pada Kamis (26/9/2024). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Jawa Timur (Jatim), rutin menggelar vaksinasi rabies pada hewan yang berpotensi menularkan rabies. Sasarannya adalah hewan peliharaan dan hewan liar.

Ratusan hewan peliharaan yang berpotensi menjadi pembawa rabies, seperti kucing, anjing, monyet dan musang mengikuti vaksinasi gratis dalam program Gerakan Obat Cacing Anjing Kucing Terpadu Plus Rabies yang digelar di Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi pada Kamis (26/9/2024).

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda mengatakan gerakan ini digelar rutin tiap tahun untuk mencegah penularan rabies di Banyuwangi

Vaksinasi ini diperuntukkan bagi hewan pembawa rabies (HPR), seperti kucing, anjing, kera, musang atau binatang lain yang berpotensi besar menularkan rabies.

“Hewan-hewan tersebut selain divaksinasi juga diperiksa kesehatan dan diberikan vitamin termasuk pemberian obat cacing,” kata Ilham.

Ilham menjelaska,n sejauh ini di Banyuwangi belum ada laporan kasus rabies. 

Namun demikian, pemkab terus melakukan antisipasi agar status nol kasus rabies bisa dipertahankan.

“Salah satunya melalui pemberian vaksinasi rabies gratis bagi HPR, baik yang dipelihara di rumah maupun yang dilepasliarkan di lingkungan,” ucap Ilham.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh Nanang Sugiharto menambahkan, sedikitnya ada 600 dosis vaksin rabies yang disiapkan dalam kegiatan ini.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 dosis diperuntukkan bagi hewan peliharaan, dan 200 dosis untuk hewan yang dilepasliarkan. Artinya, hewan tersebut dilepaskan di lingkungan namun ada pemiliknya,” kata drh Nanang.

Vaksinasi untuk hewan peliharaan dilakukan serentak di 6 titik. Yakni di rumah sakit hewan dan 5 pusat kesehatan hewan (Puskeswan). Di antaranya, Puskeswan Rogojampi, Purwoharjo, Gambiran, Genteng dan Muncar.

Sementara vaksinasi untuk hewan yang dilepasliarkan akan dilakukan pada Oktober-November mendatang dengan target 500 sasaran. 

Dinas Pertanian dan Pangan mengerahkan petugas teknis di wilayah-wilayah perbatasan yang memiliki anjing dan kucing liar yang banyak.

"Kami akan terapkan sistem imun belt. Jadi tidak semua kecamatan dilakukan vaksinasi, melainkan hanya daerah pinggiran dengan populasi hewan liar banyak. Seperti Kecamatan Tegal Dlimo, Blimbingsari, Kalibaru, Glenmore, Pesanggaran dan Purwoharjo" kata Nanang. 

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved