Berita Situbondo

Identitas Mayat Pria di Desa Klatakan Situbondo Terungkap, Warga Jember dan Ada Bekas Jeratan Leher

Identitas mayat pria yang ditemukan membusuk di areal tanaman tebu di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, akhirnya terungkap.

Penulis: Izi Hartono | Editor: irwan sy
izi hartono/surya.co.id
Polisi saat akan mengevakuasi temuan jasad laki-laki di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, untuk dibawa ke RSU Situbondo. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Identitas mayat pria yang ditemukan membusuk di areal tanaman tebu di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Syamsul Hadi (49) warga Dusun Seluran, Kelurahan Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Evandi Romi Meilan, mengatakan identitas mayat tersebut berhasil diketahui setelah polisi bisa mengidentifikasi melalui sidik jarinya

"Iya benar identitasnya sudah diketahui," ujarnya.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Areal Tanaman Tebu Desa Klatakan Situbondo

Saat ditanya apakah korban pembunuhan, Romi mengakui memang ada bekas jeratan tali di lehernya.

Meski demikan, pihaknya masih mengembangkan sejumlah titik lokasi yang ada CCTVnya,

"Korban memang warga Jember dan berangkat dari Jember," katanya.

Berdsarkan pengakuan istri korban, Romi mengatakan korban menang berangkat dari di Jember dengan diantar anaknya di perempatan jalan dekat rumahnya.

Namun, sambungnya, istrinya tidak memgetahui suaminya naik bus atau naik apa.

"Memang benar korban berangkat hari Rabu dari Jember, tapi istrinya tidak tau naik apa..Sebab anaknya setelah mengantar langsung pulang," jelasnya.

Sebelumnya, lanjutnya, istrinya sempat beekomunikasi dengan suaminya, akan setelah itu komunikasinya putus putus dan hilang kontak.

"Di beberapa titik di Situbondo, korban memang sempat berhenti. Tapi informasinya tujuan korban mau berangkat ke Surabaya," bebernya.

Terungkapnya identitas korban itu, mantan penyidik Polda Jatim ini mengungkapkan, berdasarkan dari sidik jarinya dengan menggunakan mambis inafis.

"Sidik jarinya masu utuh, baru idenritas dan wajahnya  diketahui," ungkapnya.

Selain tiu, kebenaran identitas korba diperkuat dengan ciri khusus dibagian kakinya, yaitu ada bekas operasi.

"Istri dan anak tadi ke rumah sakit dan istrinya membenarkan kalau itu suaminya. Bahkab celana dalam korban dikenali oleh istrinya," ujar Romi.

Untuk mengungkapnya, Romi menegaskan akan bekerja sama dengan Polres Jember, karena korban itu berangkat dari Jember.

"Korban sudah kita serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved