Kamis, 14 Mei 2026

Berita Surabaya

Cerita Mahasiswa Baru Ditodong Celurit dan Motornya Dirampas di Surabaya Timur, Modus Motor Mogok

Mahasiswa ini nyaris disabet senjata tajam jenis celurit yang dibawa satu dari tiga orang komplotan begal perampas motornya. 

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Motor Honda Beat Street bernopol L-5726-SX milik Korban MRM 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Komplotan begal kembali beraksi di wilayah Surabaya Timur. Kali ini, seorang mahasiswa baru (maba) semester satu di Surabaya menjadi korbannya, pada Minggu (1/9/2024) dini hari. 

Pria kelahiran Sukolilo, Surabaya berinisial MRM (19) nyaris disabet senjata tajam jenis celurit yang dibawa satu dari tiga orang komplotan begal perampas motornya. 

Lantaran takut nyawanya melayang karena disabet celurit pelaku, korban MRM merelakan motor Honda Beat Street bernopol L-5726-SX dirampas para pelaku. 

Ceritanya, Korban MRM saat itu berencana membeli bensin di SPBU dekat SDN Keputih 245, Jalan Arief Rachman Hakim No 1, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Setelah rampung membeli bensin, ia berhenti di bahu jalan tepat depan pagar Gedung SMPN 19 Surabaya Jalan Arief Rahman Hakim No.103-B, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya

Ia dihampiri tiga remaja tak dikenal yang sedang bersusah payah mendorong motor Honda Scoopy yang sedang mogok. 

Kemudian, salah satu diantara mereka berjalan mendekati Korban MRM untuk meminta bantuan mendorong motor dengan cara disetut; pakai satu kaki, karena kehabisan bensin. 

Saat dimintai pertolongan itu, ia tak menyampaikan penolakan secara halus dirinya tidak bisa melakukannya, karena postur tubuhnya yang relatif kecil. 

Namun, si pelaku memaksa, yang mendorong motor tersebut nanti adalah dirinya, sedangkan Korban MRM cukup duduk di bangku boncengan. 

"Setelah itu gak lama ada 3 orang lewat depan saya dorong sepeda yang 2 orang dorong, yang satu nyamperin saya minta tolong buat didorong sepedanya dengan alasan kehabisan bensin," ujarnya, Selasa (3/9/2024). 

Mengingat kendala dari Motor Honda Scoopy yang didorong para pelaku adalah cairan bahan bakar yang habis.

Korban MRM berinisiatif untuk membelikan bensin untuk motor para pelaku. Ternyata hal tersebut malah ditolak. 

Dari penolakan tersebut, ia pun mengakui dirinya mulai merasakan keanehan. Namun ia tak kuasa untuk terus menerus mengelak. Apakah para pelaku juga terus memaksa. 

Tak pelak, Korban MRM menuruti permintaan si pelaku. Ia lantas duduk di sisi bangku boncengan.

Lalu salah satu pelaku itu mengendarai motornya untuk menyetut motor Honda Scoopy yang ditumpangi kedua pelaku lainnya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved