Minggu, 19 April 2026

Berita Situbondo

Bantah Rumor Rumahnya Digeledah KPK, 2 Kiai di Situbondo Ingatkan Upaya Adu Domba

"Kedua kiai itu mendapat ratusan telepon sehingga perlu disampaikan ke publik melalui wartawan kepada masyarakat,"  ucapnya.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono (izi hartono)
Supriyono, jubir dari dua kiai yang membantah diperiksa KPK di Situbondo, Senin (2/9/2024). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Gara-gara rumor yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, dua orang kiai di Kabupaten Situbondo kebanjiran telepon, terutama terkait giat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar burung itu merebak ketika pekan lalu penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Situbondo, BK terkait dugaan pemanfaatan uang negara. Isu pun merebak bahwa ada dua kiai yang ikut digeledah karena dikabarkan dekat dengan BK.

Dan Senin (2/9/2024), kedua kiai itu membantah melalui juru bicara (jubir), Supriyono. Supriyono yang juga praktisi hukum mengatakan, klarifikasi dari dua kiai itu harus diberikan.

"Itu bukan karena kebakaran jenggot, apalagi yang dekat dengan BK tidak hanya dua kiai saja. Dan ini perlu disampaikan sebagai mengklarifikasi," kata Supriyono.

Pengacara asal Panarukan ini menyebut, dua kiai yang menjadi korban isu tidak bertanggung jawab itu adalah Kiai Hadi dari Desa Kotakan dan Kiai Jaiz dari Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan.

Supriyono menegaskan, penggeledahan di rumah kedua kiai itu tidak benar dan tidak ada. Bahkan ia sempat menjelaskan arti penggeledahan, pemeriksaan dan kunjungan. "Dari para kiai yang disebut itu, dua di antaranya belum pernah didatangi petugas KPK ke rumahnya," tegasnya.

Dengan klarifikasi ini, lanjut Supriyono, diharapkan bisa menepis banyak pertanyaan publik. Dikatakan, sejak mencuatnya rumor di media sosial tentang penggeledahan, banyak orang yang menelepon dan mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

"Kedua kiai itu mendapat ratusan telepon sehingga perlu disampaikan ke publik melalui wartawan kepada masyarakat,"  ucapnya.

Supriyono juga menambahkan, kedua kiai dimaksud tidak berencana menempuh jalur hukum atas tudingan penggeledahan itu. "Tidak ada upaya hukum, hanya mengklarifikasi," tambahnya.

Tetapi kedua kiai itu menyinggung situasi politik yang berlangsung dan mengimbau agar yang terlibat tidak menghalalkan segala cara. "Yang dimungkinkan adalah dugaan adu domba antar kiai, sehingga keduanya berharap tidak terjadi. Jadi kesimpulannya bahwa penggeledahan, pemeriksaan dan kunjungan itu tidak ada," pungkasnya.

Sebelumnya jubir KPK, Tessa Mahaedika Sugiarto memastikan tidak ada penggeledahan di rumah kiai di Situbondo. Tessa juga sudah menanyakan langsung kepada penyidik yang melakukan penggeledahan di Situbondo. 

Tessa menjelaskan, penyidik KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi, yaitu rumah dinas bupati, kantor PU dan beberapa rekanan atau kontraktor di Situbondo. ****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved