Pilwali Surabaya 2024

Eri Cahyadi-Armuji Ikuti Pemeriksaan Kesehatan untuk Pilwali Surabaya 2024 di RSUD Dr M Soewandhie

Eri Cahyadi bersama Armuji mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam tahapan Pilwali Surabaya 2024 di RSUD Dr M Soewandhie Surabaya

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
ist
Eri Cahyadi bersama Armuji mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam tahapan Pilwali Surabaya 2024 di RSUD Dr M Soewandhie Surabaya, Kamis (29/8/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Eri Cahyadi bersama Armuji mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam tahapan Pilwali Surabaya 2024 di RSUD Dr M Soewandhie Surabaya, Kamis (29/8/2024).

Eri Cahyadi-Armuji mengikuti pemeriksaan fisik, psikologi, hingga bebas narkoba.

Ditemui sebelum pemeriksaan, Eri Cahyadi mengungkapkan tak membutuhkan banyak persiapan, hanya berpuasa sejak malam hari.

"Alhamdulillah. Hari ini kami mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pelaksanaan sampai jam 19.00 WIB. Mungkin bisa molor sampai 20.00 WIB. Untuk persiapan, saya sudah diminta puasa malam hari. Nanti kami dilakukan pengambilan darah, kami diperiksa dari ujung darah sampai ujung kaki, termasuk kejiwaan diperiksa," Eri Cahyadi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya memilih RSUD dr Soewandhie sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan bakal calon Pilwali Surabaya 2024 setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Berdasarkan petunjuk teknis dari KPU RI, KPU di daerah memang diminta untuk melakukan pemeriksaan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan setempat.

"Beberapa hari lalu kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Surabaya, hingga akhirnya terbit rekomendasi. Pada rekomendasi tersebut menyebutkan RSUD M Soewandhie Surabaya sebagai pelaksana pemeriksaan bakal pasangan calon," kata Ketua KPU Surabaya Soeprayitno.

KPU Surabaya menegaskan tak ada benturan kepentingan (conflict of interest) dengan memilih rumah sakit milik Pemkot tersebut, sekalipun Eri dan Armuji saat ini masih berstatus sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

"Memang ada pertanyaan dari Bawaslu, tidak adakah benturan kepentingan? Mengingat rumah sakit ini milik Pemkot. Kami merujuk pada pedoman teknis. Yang mana, kami meminta rekomendasi Dinkes. Kenapa tidak di RS lain, militer misalnya? Secara koordinasi, dinas koordinasi dengan rumah sakit setempat, di RS daerah. Selain itu, kami juga meyakini bahwa Dokter juga memiliki kode etik. Artinya, mereka memiliki kewajiban menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya," jelas pria yang akrab disapa Nano ini.

Direktur Utama RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menjelaskan pihaknya menerjunkan sekitar 30 tenaga kesehatan untuk menjalankan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Terdiri dari dokter spesialis hingga psikiatri, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara maraton.

"Untuk pemeriksaan fisik akan diambil sampel darah untuk melihat fungsi jantung, hepar, ginjal, akan terimplementasi di darah. Secara organik, akan ada MRI, kepala MRI, CT Cardiac, dan beberapa pemeriksaan lainnya sesuai dengan permintaan KPU. Ada treadmill juga. Intinya, fisik dan kejiwaan akan terlihat," kata Billy.

Senada dengan KPU, pihak RS juga berkomitmen untuk memastikan netral dalam mendukung tahapan Pilkada tersebut.

"Kami memiliki kode etik kedokteran dan kerahasiaan pasien.  Hubungan dokter pasien kami pegang. Perjanjian KPU, RS, dengan Cawali, kami jaga," tegasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved