Sabtu, 25 April 2026

Berita Ponorogo

Puluhan Warga Ponorogo Alami Keracunan Makanan Hajatan Pengantin

Sebanyak puluhan warga Pengkol Kecamatan Kauman dan Desa Pulosari Kecamatan Jambon diduga keracunan makanan hajatan pengantin.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: irwan sy
ist
Salah satu warga Ponorogo yang mengalami keracunan sedang dirawat. 

SURYA.co.id, PONOROGO - Sebanyak puluhan warga Pengkol Kecamatan Kauman dan Desa Pulosari Kecamatan Jambon diduga keracunan makanan hajatan pengantin di Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Puluhan warga mengalami pusing berkepanjangan, juga mengalami diare hingga lemas.

Karena itu sejumlah warga ini masih menjalani lewat inap di sejumlah rumah sakit di Ponorogo.

Untuk menyelidiki hal itu, SPKT Polres Ponorogo dan Penyidik Polsek Sumoroto mendatangi Puskesmas Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/8/2024).

Mereka ingin melihat langsung kondisi sejumlah warga mengalami keracunan massal.

Mereka yang diduga keracunan selesai makan hidangan dalam hajatan pernikahan di rumah milik Ramelan, warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Senin (19/8/2024).

“Hingga jumat ini, ada 8 yang menjalani rawat inap. Dirawat di Puskesmas Ngrandu dan berbagai rumah sakit Ponorogo,” ungkap Kapolsek Sumoroto, Kompol Haryo Kusbintoro, Jumat (23/8/2024).

Kusbintoro menuturkan 13 pasien lainnya sudah dipulangkan atau menjalani rawat jalan.

Pihaknya baru mengetahui keracunan massal kamis malam.

“Kami tahunya setelah adanya laporan dari petugas puskesmas yang curiga karena kedatangan banyak pasien dengan keluhan yang sama,” tegasnya.

Menurutnya, pasien yang masih menjalani rawat inap mengeluh pusing, mual dan diare, sejak senin malam.

Namun mereka akhirnya menjalani rawat inap karena kondisi pasien yang semakin lemas.

“Jadi kemarin hari senin itu ada pesta hajatan di situ warga makan namanya pesta makan di situ setelah ada yang langsung habis itu sakit mual diare termasuk pusing ada,” tambahnya.

Mereka, kata dia, yang keracunan ada yang lansung keracunan.

Ada yang selang dua hari ada juga yang selang 3 hari baru masuk ke puskesmas atau rumah sakit.

“Untuk total korban ini masih kita jumlah karena wilayahnya jika terpecah ada yang di Jambon ada yang di Sumoroto ataupun Kauman ada yang masuk rumah sakit ada yang masuk rumah sakit muslimat,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved