Berita Surabaya
Perang Lawan Pelaku Pelecehan Seksual KAI Commuter Pasang CCTV Analytic, 43 Kasus Gesek Dan Raba
Ini merupakan bagian dari komitmen KAI Commuter untuk mencegah dan menangani segala bentuk pelecehan di transportasi publik, khususnya Commuter Line
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
SURYA.CO.ID SURABAYA – Mengantisipasi kejadian pelecehan seksual di stasiun maupun di dalam Kereta Api (KA), KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya melakukan kampanye Setop Pelecehan di Transportasi Publik.
Kegiatan ini sekaligus rangkaian HUT KAI Commuter ke-16 pada tahun ini dilakukan di area Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (22/8/2024).
VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan sosialisasi anti-pelecehan ini bertujuan menciptakan lingkungan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi semua pengguna.
“Ini merupakan bagian dari komitmen KAI Commuter untuk mencegah dan menangani segala bentuk pelecehan di transportasi publik, khususnya Commuter Line,” jelas Joni.
Sementara itu Direktur operasi dan pemasaran KAI Commuter, Broer Rizal menyebut dari akumulasi data laporan KAI Commuter pada tahun 2024, tindak pelecehan seksual tangkap tangan oleh petugas baik di stasiun ataupun di commuter line dari Januari hingga Agustus 2024 ada 30 kasus sedangkan laporan masuk melalui media sosial diangka 13 kasus.
“Ya paling banyak biasanya prilaku dengan di gesek gesek, lalu raba raba,” tukasnya.
Untuk itu dalam pencegahan tindak pelecehan seksual di transportasi publik, KAI Commuter sudah memiliki sistem Analytic Recognition (CCTV Analytic), yaitu sistem CCTV yang dapat mengidentifikasi melalui rekaman wajah pelaku tindak pelecehan maupun tindak kriminal lainnya yang sudah menjadi database pada sistem.
Dengan sistem ini, dapat mencegah pelaku melakukan tindak pelecehan dan tindak pidana lainnya di Commuter Line.
KAI Commuter juga terus berkomitmen dalam menangani kasus tindak pelecehan seksual ini.
Diharapkan dengan kampanye ini, seluruh pengguna Commuter Line dapat lebih peduli dalam pencegahan tindak pelecehan dan berani melapor apabila terdapat kekerasan seksual yang terjadi di transportasi publik, khususnya Commuter Line.
Korban tindak pelecehan juga bisa mengajukan laporannya ke call center 021-121 atau pun media sosial resmi KAI Commuter.
“KAI Commuter siap memberikan dukungan penuh dengan melindungi dan mendampingi korban dalam proses hukumnya,” imbuhnya.
Kegiatan yang juga diikuti talk show ini menghadirkan narasumber dari Komnas Perempuan, Cak Ning Surabaya, Komunitas Pencinta Kereta Api, serta manajemen KAI Commuter.
Dalam talk show ini dibahas tentang pencegahan aksi pelecehan seksual di transportasi publik, tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh korban pelecehan seksual, serta berbagai hal yang sudah dilakukan KAI Commuter dalam mencegah kejadian pelecehan seksual di kereta maupun di stasiun.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan kampanye dengan melakukan sosialisasi dan edukasi melalui poster dan pembagian stiker guna mengajak pengguna kereta api, khususnya Commuter Line, untuk bersama-sama mencegah tindak pelecehan atau pun kekerasan seksual.
KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya
KAI Commuter
CCTV Analytic
Pelecehan Seksual KAI Commuter
surabaya.tribunnews.com
43 Kasus Gesek Dan Raba
Surabaya
Stasiun Gubeng
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/KAI-Commuter-kampanye-pelecehan-seksual.jpg)