Opini
Said Abdullah: Usulan Prioritas Kebijakan Fiskal 2025
Pidato Presiden Joko Widodo yang menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2025 kepada DPR RI. Pemerintah mengusulkan asumsi ekonomi makro; target pertumbuhan
Index Pembangunan manusia kita masih peringkat 6 ASEAN, dibawah Singapura, Brunai, Malaysia, Thaiand dan Vietnam. Balita, sebagai generasi masa depan kita masih mengalami prevalensi stunting sebanyak 21 persen. Afirmasi untuk memperbaiki kualitas SDM sebagai daya saing utama harusnya jadi perhatian utama kedepan. Setidaknya kedepan index pembangunan manusia kita bisa melampaui Vietnam,Thailand, dan Malaysia.
4. Infrastruktur
Kebijakan fiskal harus mendorong penguatan program infrastruktur, terutama infrastruktur yang menopang ketiga program diatas. Dengan demikian belanja infrastruktur bisa lebih fokus, apalagi kita tidak memiliki ruang fiskal yang longgar karena tergerus berbagai kewajiban mandatori, subsidi, dan kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang.
| Precision Public Health: Perspektif Baru dalam Kesehatan |
|
|---|
| Peran Shopping Mall dalam Transformasi Ekonomi Kota Surabaya |
|
|---|
| Lebaran di Tengah Deru Perang Iran, Idul Fitri dan Harapan Rekonsiliasi Sosial Dunia |
|
|---|
| Mengapa Outlook Fitch Negatif Bisa Berbahaya bagi Industrialisasi Indonesia? |
|
|---|
| Guru Besar UC Surabaya Prof Murpin J Sembiring : Kedaulatan Ekonomi Tidak Boleh Dinegosiasikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PDIP-dekati-Khofifah-di-Pilgub-Jatim.jpg)