Selasa, 7 April 2026

Berita Surabaya

Polisi di Surabaya Latihan Hadapi Massa Ngamuk yang Tak Terima Hasil Pilkada

Jalan Adityawarman, Surabaya, tiba-tiba berubah menjadi arena tempur. Ada ratusan pasukan huru-hara lengkap dengan peralatan pelindung

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ratusan polisi membuat skenario sedang menghadapi demo Pilkada di depan KPU Surabaya, Rabu (14/8/2024). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jalan Adityawarman, Surabaya, tiba-tiba berubah menjadi arena tempur pada Rabu (14/8/2024).

Ratusan pasukan huru-hara lengkap dengan peralatan pelindung, tameng dan helm, turun dari mobil lapis baja lalu berbaris di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sorot mata mereka tajam.

Jalanan yang biasanya sibuk lalu lalang kendaraan itu, mendadak tertutup total oleh barikade yang dibangun oleh aparat. 

Tak lama kemudian, datang massa yang raut wajahnya tampak marah, mereka berusaha menembus tameng polisi yang berdiri kokoh di depan kantor KPU. Massa yang meringsek terpaksa dihalau dengan tegas oleh petugas.

Ternyata, kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan pengamanan kota (Sispamkota) yang digelar oleh Polrestabes Surabaya

Latihan tersebut, bertujuan untuk mempersiapkan aparat menghadapi potensi kerawanan terkait hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. 

Sebab, pesta demokrasi itu secara serentak sebentar lagi digelar pada 27 November mendatang.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menjelaskan, bahwa simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai kemungkinan kerawanan. 

Salah satu fokus utama, adalah mengantisipasi aksi unjuk rasa yang bisa berujung pada kekacauan. Latihan ini tidak hanya untuk mengasah kemampuan personel dalam menghalau massa, tetapi juga untuk mengidentifikasi celah-celah dalam pengamanan dan memperbaiki strategi sebelum hari-H Pilkada.

“Kami melaksanakan Sispamkota untuk memetakan dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul di wilayah Surabaya,” ujar Wibowo.

Dia menambahkan, bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda. 

Di Surabaya, potensi utama yang diwaspadai adalah kemungkinan demonstrasi menjadi kerusuhan. Kantor KPU Surabaya menjadi fokus simulasi ini, karena perannya yang sangat krusial dalam proses Pilkada.

Simulasi tersebut, melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari Polri dan TNI, yang dibagi dalam beberapa tim untuk menangani berbagai skenario. 

Tim pengamanan melakukan berbagai tindakan, mulai dari pembentukan barikade, pengendalian massa hingga penanganan situasi darurat. 

Semua langkah ini, dirancang untuk memastikan bahwa setiap potensi masalah dapat diatasi dengan efektif dan efisien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved