Selasa, 28 April 2026

Cara Main Sepeda Lambat, Lomba Anti Mainstream 17 Agustusan

Cara bermain lomba sepeda lambat sangat unik, peserta yang paling lambat mencapai garis finish dan tidak terjatuh menjadi pemenangnya.

Penulis: magang5 | Editor: Adrianus Adhi
SERAMBI/HENDRI
LOMBA MERIAHKAN HUT KEMERDEKAAN RI- Sejumlah anak mengikuti lomba sepeda lambat di Desa Emperom, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Senin (17/8/2020). Lomba tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

SURYA.co.id - Pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, lomba sepeda lambat menjadi salah satu permainan popular yang menarik perhatian dan menyenangkan. 

Berbeda dengan balap sepeda pada umumnya yang mengutamakan kecepatan, lomba sepeda lambat justru menilai peserta yang paling lambat mencapai garis finish. 

Konsep unik ini menawarkan tantangan yang berbeda dan lebih dari sekadar hiburan sehingga  membuat banyak orang tertarik untuk memainkannya.

Dilansir dari situs resmi muri.org, lomba ini telah mencapai tonggak bersejarah pada tahun 2016 dengan mencatatkan rekor peserta terbanyak dalam MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia).

Saat itu, lomba sepeda lambat yang diadakan di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, melibatkan 900 peserta dan berhasil menetapkan waktu terlambat terbaik oleh Serda Pujiono dengan catatan 20,50 detik.

Di tengah sorak-sorai perayaan 17 Agustus, lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan semangat. 

Meski tampak sederhana, sepeda lambat menyimpan nilai-nilai penting dan manfaat yang tak terduga.

Lomba sepeda lambat melatih keterampilan keseimbangan dan koordinasi, penting untuk mengontrol sepeda dan menjaga tubuh tetap stabil. 

Walau kecepatannya rendah, bersepeda tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk meningkatkan kekuatan otot dan stamina. 

Selain itu, perlombaan ini menuntut konsentrasi tinggi, membantu peserta meningkatkan fokus dan ketelitian.

Untuk melaksanakan lomba sepeda lambat, terdapat beberapa alat dan bahan yang diperlukan, yaitu sepeda, kapur untuk menandai garis awal dan finish, serta pluit untuk memulai perlombaan.

Cara bermain lomba sepeda lambat sangat unik. 

Peserta memulai di garis start dengan sepeda mereka dan berlomba di lajur masing-masing untuk mencapai garis finish dengan kecepatan yang sangat lambat. 

Selama perlombaan, peserta tidak boleh melewati garis area yang telah ditentukan dan harus menjaga keseimbangan sepeda agar tidak menyentuh tanah.

Menjaga keseimbangan menjadi tantangan utama, karena semakin lambat sepeda dikayuh, semakin sulit mempertahankan stabilitas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved