Senin, 27 April 2026

Berita Situbondo

Khofifah Lantik Pengurus Muslimat Situbondo, Ingatkan Peran Anktif Untuk Turunkan Angka Stunting

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu melantik pengurus di Gedung Olah Raga (GOR) Rengganis dan dihadiri Bupati Situbondo, Karna Suswandi.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono (izihartono)
Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansyah menghadiri pelantikan ribuan PAR dan anak ranting Muslimat se-Kabupaten Situbondo. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Kehadiran mantan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Situbondo tidak hanya menghadiri pelantikan pengurus anak ranting (PAR) NU, tetapi juga melantik pengurus ranting dan anak ranting Muslimat Nahdlatul Ulama, Rabu (7/8/2024).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu melantik pengurus di Gedung Olah Raga (GOR) Rengganis dan dihadiri Bupati Situbondo, Karna Suswandi.

Datang sekitar pukul 11.00 WIB, Khofifah malah tidak menuju acara pelantikan melainkan meninjau bazaar murah yang disediakan Pemkab Situbondo. Ia tidak hanya memantau bazaar, tetapi juga memberikan bantuan paket beras kepada para lansia.

Kedatangan Khofifah disambut ribuan kades dan simpatisan Muslimat NU yang datang dari berbagai desa di Situbondo. Bahkan para muslimat tidak mau kehilangan momen bertemu dan berfoto bersama kader terbaik NU ini.

Khofifah mengatakan, untuk mengurus organisasi harus ada pendekatan strukturan dan fungsional. "Pendekatan struktural paling kecil itu adalah anak ranting. Makanya tadi ada pelantikan ranting dan anak ranting," kata Khofifah.

Menurutnya, sinergias dengan NU seperti dalam pelantikan PAR sehari sebelumnya, penting untuk Muslimat NU. "Tadi saya sampaikan, anak ranting sebagai struktur paling kecil di Muslimat NU bisa menjadi sentr layanan dengan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat," paparnya.

Ia mencohtohkan program Mustika Mesem yang merupakan akronim dari Muslimah Cantik Memberantas Kemiskinan Ekstrem, yang merupakan terobosan layanan Muslimat di Nganjuk.

"Jadi anak ranting punya data masyarakat yang terindikasi kurang mampu, dan memberi bantuan makanan rantangan. Karena itu kesalehan sosial dengan mendekat kepada masyarakat yang membutuhkan," urai Khofifah.

Selain masalah keagamaan, Khofifag berharap Muslimat NU juga ikut membantu program pengurangan stunting nasional. Karena peran Muslimat sangat besar dalam membantu program pengurangan stunting .

"Jika hanya pemerintah tidak bisa tercapai semua, karena begitu banyak yang harus dilayani di setiap daerah. Makanya saya selalu meminta daerah untuk menyiapkan bunda-bunda yang akan melakukan program pemberantasan stanting itu," jelasnya.

Sejauh ini program pemberantasn stunting di Jawa Timur sudah berjalan, lanjutnya, berkat adanya sinergitas semua pihak. Khofifah menjelaskan, angka stunting di Indonesia ada sekitar 17 persen sedangkan standar WHO maksimal adalah 20 persen.

"Artinya Indonesia ini sudah di bawah standar WHO, tetapi kita tetap harus menurunkan stunting itu. Sebab Presiden RI menargetkan tahun 2025 angka stunting ditekan menjadi 14 persen," tegasnya. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved