Berita Surabaya

Rencana APBD Surabaya 2025 Capai Rp 11,7 Triliun, Belanja Bangun Gedung dan Jalan Meningkat

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya tahun 2025 direncanakan mencapai Rp 11,7 triliun.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
surya.co.id/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - APBD Surabaya tahun 2025 direncanakan mencapai Rp 11,7 triliun.

Apabila rencana tersebut disepakati DPRD, maka nilai ini meningkat Rp 925 miliar (8,42 persen) dari APBD tahun 2024 (Rp10,99 triliun).

Beberapa sektor yang rencananya mengalami peningkatan adalah belanja modal gedung dan bangunan dari yang awalnya Rp 615 miliar di 2024 menjadi Rp 823 miliar (naik 33,71 persen).

Selain itu, anggaran modal jalan, jaringan, dan irigasi turun naik dari Rp 1,26 triliun menjadi Rp 1,47 triliun (naik 16,74 persen).

Terhadap beberapa kenaikan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan peruntukannya.

Pada 2025 mendatang, Pemkot Surabaya masih akan memprioritaskan penanganan banjir dan genangan, serta peningkatan fasilitas layanan kesehatan.

Terkait bangunan gedung misalnya, Pemkot Surabaya akan mulai melakukan pembangunan RS Surabaya Utara.

Selain mengalihfungsikan bekas Lapangan Tembak tersebut menjadi RS, Pemkot juga akan menyiapkan pelayanan kesehatan lainnya hingga tiap kelurahan.

"Ada perbaikan terkait gedung RS, ada pula perbaikan Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan layanan Integrasi Layanan Primer (ILP), sebab di tiap kelurahan harus ada satu," kata Wali Kota Eri dikonfirmasi di Surabaya.

Program ILP menjadi penyempurna layanan kesehatan hingga tingkat RW yang mulai dilakukan tahun ini.

"Layanan itu menjadi percontohan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), supaya berobat lebih nyaman untuk masyarakat," kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Terkait penanganan banjir, Wali Kota juga akan melanjutkan pekerjaan saluran diversi Wiyung yang akan terintegrasi sampai ke Gresik.

Berlangsung multi-years, saluran tersebut akan ditargetkan selesai 2026.

"Jadi terkait jalan itu, yang dari Wiyung sampai Gresik gorong mari (belum selesai). Lalu, di Gunungsari dan depan Pondok Benowo Indah juga harus diselesaikan karena itu targetnya selesai 2026 nanti. Semua saluran itu akan terintegrasi," jelas Wali Kota Eri.

Tak hanya fokus dalam belanja infrastruktur, Pemkot Surabaya juga akan melanjutkan program pengentasan kemiskinan, di antaranya, dengan mempertahankan program padat karya dan juga pelatihan kerja oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved