Pembunuhan Vina Cirebon
Hotman Paris dan Iptu Rudiana Kini Malah Kompak Sudutkan Dedi Mulyadi, Ayah Eky Senyum-senyum
Pengacara kondang sekaligus kuasa hukum keluarga Vina Cirebon, Hotman Paris, kini jadi sorotan publik karena sikapnya kepada Iptu Rudiana berubah.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Pak rdiana, Kita tunggu, apa tindakan kamu kalau benar kamu seorang abdi negara," tukas Hotman.
Sebelumnya, kemunculan Dede mendapat sorotan luas.
Dede adalah saksi kunci kasus Vina Cirebon.
Dalam kesaksiannya Dede bersama saksi Aep mengakui adanya pelemparan dan pengejaran terhadap Vina dan Eky sebelum sejoli ini ditemukan tewas di jembatan atau flypver Talun, Cirebon.
Kesaksian Dede dan Aep ini lah yang dipakai polisi untuk menjebloskan delapan tersangka ke jeruji besi.

Dari delapan tersangka tersebut, tujuh diantaranya divonis hukuman seumur hidup, yakni Rivaldi Aditya Wardana, Eko Ramdani, Hadi Saputra, Eka Sandy, Jaya, Supriyanto dan Sudirman.
Sementara satu tersangka, Saka Tatal divonis hukuman 8 tahun penjara karena saat itu masih di bawah umur.
Setelah delapan tahun kasus bergulir, Dede akhirnya muncul dan mengakui telah membuat kesaksian palsu.
Di youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dede mengungkap adanya skenario jahat yang dibuat Iptu Rudiana dan Aep.
Di depan Dedi Mulyadi, Dede mengungkap kronologi dia masuk dalam skenario Iptu Rudiana dan Aep.
Awalnya, Aep meminta Dede untuk mengantarkannya ke Polres Cirebon beberapa hari setelah penangkapan Saka Tatal Cs sekira awal September 2016.
Saat tiba di Polres Cirebon, Dede ternyata diminta bersaksi oleh Iptu Rudiana dan Aep terkait tewasnya Vina Cirebon.
"Awalnya malam, sekitar jam berapa saya lupa. Aep nelepon saya, 'De, anterin saya ke Polres yuk'. Saya posisi di rumah, rumah di Tangkil."
"Ep kan kita gak tahu apa-apa, kenapa kita jadi saksi. Udah entar ikutin aja katanya," kata Dede menirukan percakapannya dengan Aep.
Dede mengungkapkan Aep memang sosok yang akrab dengan sejumlah anggota kepolisian.
Bahkan, staf Iptu Rudiana mengenal Aep serta kerap mencuci kendaraannya di tempat cuci steam keduanya bekerja.
"Yang kenal sama pihak kepolisian kan Aep, bukan saya Pak," kata Dede.
Namun, sebelum masuk ke ruang penyidik, dia justru didoktrin untuk mengikuti skenario Iptu Rudiana dan Aep.
"Sebelum saya masuk ruangan, saya dibilagin dulu, 'Kamu bilang aja lagi ke warung, ada orang nongkrong ngelemparin batu dan bambu, lalu melakukan pengejaran'," kata Dede.
"Siapa yang ngomong begitu?" tanya Dedi Mulyadi.
"Aep sama Pak Rudiana ngasih tahu saya pak," jawab Dede.
"Itu diarahkan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Iya Pak saya diarahkan," tegas Dede.
Mendengar pengakuan mengejutkan Dede, Dedi Mulyadi sempat tak percaya.
"Kamu bohong enggak sama saya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Enggak pak, 100 persen saya benar," ucap Dede.
"Saya hanya mengikuti alur cerita yang sudah dibuat Pak Rudiana dan Aep," imbuhnya.
Dede kembali menegaskan kesaksiannya pada delapan tahun lalu merupakan skenario yang disusun Iptu Rudiana.
"Saya diarahin, saya bingung," ucap Dede.
Kala itu, Dede mengaku ia tak ingin memberikan kesaksian palsu, namun dirinya terlalu takut untuk menolak.
"Saya di dalam hati enggak mau jadi saksi, tapi saya takut, saya kan enggak ngerti hukum," kata Dede.

Dede lalu menegaskan sebenarnya ia tak pernah tahu soal kematian Vina dan Eky.
"Saya enggak pernah tahu peristiwa itu sama sekali pak," ujar Dede
Disinggung terkait munculnya nama 8 tersangka, Dede yang tidak tahu sama sekali.
Diakui Dede, dia diajukan sebagai saksi setelah 8 orang sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.
Dia lalu diminta menyebutkan nama 8 tersangka itu oleh Iptu Rudiana, saat diperiksa penyidik Polres Cirebon.
"Nama nama pun saya dikasih tahu dari luar, suruh sebutin ini, ini, ini," ungkap Dede.
Dedi Mulyana lalu menanyakan siapa yang meminta dia menyebutkan 8 nama tersebut?
Dijawa Dede, Iptu Rudiana lah yang memberitahu dia.
Saat ditanya, apakah Iptu Rudiana mendapatkan nama-nama itu dari Aep? Dede menyangkalnya.
Menurutnya, justru Aep yang menjadi pendatang di desa itu, tidak mengetahui nama-nama tersebut.
"Aep bilangnya gak tahu nama pak. Emang gak tahu nama sih pak. Setahu saya, Aep ngobrol dengan orang-orang di situ juga gak pernah," kataya.
Lalu, darimana Iptu Rudiana mendapat nama-nama itu? Dede menduga Aep justru dapat dari Rudiana.
Dede mengaku tidak tahu, dari mana Iptu Rudiana mendapatkan nama-nama itu.
Meski begitu, Dedi Mulyadi mengaku sudah mengantongi sosok yang memberikan nama-nama itu ke Iptu Rudiana.
"Saya tahu pak Rudiana dari mana, tapi saya gak mungkin ngungkapin," sebut Dede.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.