Berita Malang

Kota Malang Makin Inklusif dengan Inovasi Pembelajaran Diferensiasi, Kenalkan Pola SIMBA ASIA

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang melalui SMP Negeri 2 Kota Malang mengembangkan sebuah terobosan pembelajaran bagi siswa berkeb

Editor: Adrianus Adhi
Dok Pemkot Malang
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat melihat kondisi pembelajaran SMP Negeri 2 Kota Malang 

Dalam penerapannya, awalnya pihak sekolah mengalami kendala terutama untuk memberi pemahaman kepada para orang tua siswa, karena ada sebagian yang tidak menerima anaknya termasuk istimewa.

Pihak sekolah pun terus memberi pengertian sehingga kini dukungan terus mengalir dari orang tua untuk pelaksanaan program tersebut.

Alhasil, pascapenerapan SIMBA ASIA di SMPN 2, 82 persen siswa istimewa mampu mencapai rata-rata nilai akademik >80, padahal sebelumya hanya 20 % siswa yang mencapai kriteria tersebut. Selain itu, sebelumnya hanya 15 % guru yang mampu menerapkan pembelajaran diferensiasi, kini naik drastis menjadi 73 % .

Sedangkan tentang inovasi NASI TIGA BERAS, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum & Guru BK SMPN 13 Kota Malang Sinthian Susan, M.P mengungkapkan gagasan ini sudah muncul sejak tahun 2022.

NASI TIGA BERAS merupakan sebuah inovasi pembelajaran kontekstual dan kewirausahaan bagi siswa istimewa. Tak hanya memberikan materi yang dikaitkan dengan situasi kewirausahaan, namun juga melatih siswa untuk menghasilkan produk.

Sebagai contoh, sekolah memberikan keterampilan membuat telur asin juga beternak ayam ras. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri para siswa inklusi bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

“Bagaimanapun keadaannya, pasti mereka punya potensi di bidangnya. Mereka berhak mendapat pendidikan tanpa perbedaan. Berbekal asesmen diagnostik non-kognitif berupa tes psikologi serta identifikasi bakat dan minat terhadap siswa inklusi, kami ciptakan program pelayanan NASI TIGA BERAS yang bertujuan menggali potensi kemampuan wirausaha siswa inklusi. Harapannya keistimewaan mereka tidak menjadi hambatan untuk lebih inovatif dan makin peraya diri, khususnya dalam berwirausaha," terangnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, SE, MM menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri saat ini memang banyak siswa istimewa yang menuntut ilmu di sekolah reguler. Pihaknya pun berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada semua siswa tanpa membedakan kondisinya di tengah keterbatasan guru pendamping khusus (GPK). Karenanya dibutuhkan kreativitas dari pihak sekolah dan guru agar siswa istimewa juga dapat terlayani dalam proses belajar.

Suwarjana menyebut bahwa SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS sejatinya merupakan hasil replikasi inovasi Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti) SMP Negeri 10 Kota Malang yang mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Klaster Pemerintah Kota Tahun 2023 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

"(Siswa istimewa) Tidak bisa kami tolak, jadi harus tetap kami terima dan ajari. Padahal GPK tidak ada, karena kebanyakan GPK latar belakangnya malah bukan S1 Pendidikan, tetapi Psikologi. Jadi kami tetap melayani anak berkebutuhan khusus tanpa adanya GPK, dan alhamdulilah teman-teman guru di Kota Malang ini kerjanya luar biasa. Mereka pun bisa berinovasi dengan memberikan pembelajaran diferensiasi, seperti Jarik Ma’Siti, SIMBA ASIA, dan NASI TIGA BERAS ini," pungkasnya mengapresiasi.

Dukungan penuh diutarakan oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM atas beragam inovasi yang dikembangkan sekolah dalam memfasilitasi siswa istimewa untuk dapat mengenyam pendidikan layak dan setara. “Harapan saya inovasi ini juga bisa dikembangkan dan mendapatkan apresiasi. Tidak hanya itu, saya berharap juga bagi para siswa istimewa ini mendapatkan pelayanan dan mempunyai tingkat pendidikan dengan kualitas yang sama dengan siswa reguler. Ini juga dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 mendatang,” harapnya.

Menjadi sebuah kebanggan pula karena Inovasi SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS ini juga mengantarkan Pemkot Malang mendapat apresiasi dari KemenPANRB. Melalui Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi (PKRI) Pelayanan Publik Tahun 2024, keduanya masuk 5 Terbaik Inovasi Kelompok Replikasi Inovasi Kluster Kota yang diumumkan tanggal 29 Juli 2024 kemarin. Untuk diketahui pula, bahwa ada dua inovasi lain yang juga diajukan dalam PKRI dan mengikuti tahap presentasi dan wawancara, yakni Belajar Menyenangkan Bersama Siswa Spesial (Benang Mass) dari SMPN 3 Kota Malang dan Spenturo Ramah Inklusi (Serasi) dari SMPN 20 Kota Malang.

Layanan publik yang inklusif seperti SIMBA ASIA bukanlah yang pertama di Kota Malang. Bisa dikatakan ini sudah menjadi proses bisnis tetap dan bentuk komitmen Pemkot Malang dalam mewujudkan ekosistem inklusif secara berkelanjutan melalui berbagai inovasi pelayanan publik, seperti Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti), BREXIT (Braille Eticket and Extraordinary Access for Visual Dissabilities), layanan pojok braille perpustakaan, dokumen kependudukan braille, bahkan layanan inklusi braille (Libra) untuk berbagai perizinan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved