Pembunuhan Vina Cirebon
Yakin Iptu Rudiana Diduga Langgar Kode Etik Berat di Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri: Sangat Fatal
Mantan Wakapolri Oegroseno meyakini bahawa Iptu Rudiana diduga melanggar kode etik berat dalam kasus Vina Cirebon. Sangat fatal.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Mantan Wakapolri Oegroseno meyakini bahawa Iptu Rudiana diduga melanggar kode etik berat dalam kasus Vina Cirebon.
Oegroseno bahkan menyebut kesalahan Iptu Rudiana sangat fatal.
Awlanya, Oegroseno mengaku menyimpan banyak kecurigaan dalam kasus Vina Cirebon ini terutama mengenai DNA korban dan barang bukti yang disita.
Bahkan ia mencurigai bahwa Eky kekasih Vina Cirebon bukanlah anak kandung dari Iptu Rudiana.
“Saya baru berfikir apakah Eki ini pernah di tes DNAnya apakah benar si Eky ini putranya Rudiana atau mungkin bisa juga bukan putra kandung, atau saudara tapi jauh,” ujar Oegroseno dikutip dari youtube Nusantara TV.
Baca juga: Syarat Iptu Rudiana Mau Hadir di Sidang PK Saka Tatal, Disebut Bisa Bikin Kasus Vina Cirebon Terang
Ia pun mengatakan seharusnya untuk scientific crime investigation ini dilakukan secara pelan-pelan dan teliti.
Oegroseno mengaku curiga dengan keadaan korban yang ditemukan seperti apa yang beredar di publik.
Ia pun berkeyakinan bahwa seharusnya jika benar dua sejoli tersebut dihabisi ditempat yang berbeda dan dibawa menggunakan motor ke tempat penemuan maka seharusnya ditemukan motor yang berdarah.
“Ini keyakinan saya itu ada TKP pertama untuk menghabisi mereka lalu dibawa kesitu karena bukan dinaikan ke motor karena kalau dinaikan kan motor siapa harus dibuktikan kalau tidak ada motor berdara ini motor buat apa dijadikan barang bukti,” ujarnya.
Ia pun mengatakan kesalahan Iptu Rudiana sejak awal sangat fatal.
Baca juga: Gara-gara Dedi Mulyadi dan Dede Ngotot Ogah Minta Maaf, Iptu Rudiana Diduga Lapor ke Polda Jabar
Ia pun menyebut Iptu Rudiana sudah melanggar citra kode etik Polri yang berat karena tidak hati-hati menangani kasus Vina Cirebon ini.
Seharusnya Iptu Rudiana selaku orang tua korban yang berprofesi sebagai Polisi lebih hati-hati dibandingkan orang tua yang bukan polisi.
“Kesalahan dari awal itu sudah dilakukan oleh si Iptu Rudiana ini sangat fatal jadi kalau merusak citra kode etik polri yang berat ini ya seperti Rudiana ini harus diproses kode etik juga jangan dibiarkan,” ujar Oegroseno.
“Seharusnya dia sebagai orang tua korban lebih hati-hati dibandingkan dengan orang tua korban yang bukan polisi,” ujar lanjut Oegroseno.
Sementara itu, ratapan Iptu Rudiana terdengar saat berziarah ke makam sang anak, Muhammad Rizky alias Eky di TPU Mawar, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, belum lama ini.
Iptu Rudiana yang dikabarkan menghilang saat kasus Vina Cirebon mencuat lagi itu tak bisa menahan tangis.
Sambil meratapi kepergian sang anak, Iptu Rudiana berjanji akan terus berjuang mencari keadilan untuk Eky.
Dalam tayangan iNews TV pada Kamis (25/7/2024), Iptu Rudiana berziarah bersama kuasa hukumnya Pitra Romadoni ditemani presenter Abraham Silaban.
Iptu Rudiana menyangkal telah menghilang karena kasus Vina Cirebon.
"Saya tidak menghilang, saya aktif bekerja seperti biasa melayani masyarakat sebagai Kapolsek Kapetakan," ujarnya.
Iptu Rudiana menegaskan dirinya masih memiliki tugas melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.
"Berita saya menghilang itu tidak benar, tapi saya patuh terhadap aturan Polri," pungkasnya.
Iptu Rudiana terlihat mengenakan baju koko berwarna hitam, celana jeans dan memakai kopiah.
Baca juga: Gelagat Vina Cirebon Sebelum Tewas Bersama Anak Iptu Rudiana Terkuak, Patahkan Skenario Pembunuhan
"Saya sekarang mendapat dukungan dari Bang Pitra secara sukarela. Tentunya saya ingin menyampaikan sekelumit atau selama ini menjadi pemberitaan," kata Iptu Rudiana.
"Mudah-mudahan semua akan memahami yang saya rasakan," sambungnya.
Rudiana lalu mengklarifikasi kabar bahwa dirinya jarang berziarah ke makam sang anak.
Mantan Kasat Narkoba Polresta Cirebon itu mengaku hampir sekali bahkan dua kali seminggu berziarah ke makam Eky. Namun, ia tidak pernah mempublikasikan ke publik.
"Sebagai orangtua sayang kepada anak. Mendoakan mudah-mudahan almarhum anak kami tenang di alam sana. Saya selalu medoakan. Perjuangan saya sebagai orangtua dalam menegakkan keadilan, menjadi yang terbaik, membuahkan hasil dan mudah-mudahan anak saya diampuni segala dosa-dosanya serta keluarga yang ditinggalkan menjadi iklas atas semua yang kami alami dan kami terima," ucap Iptu Rudiana.
Kemudian, Iptu Rudiana bersama Pitra Romadoni menaburkan bunga di makam Eky.
Saat momen itu lah emosi Iptu RUdiana tak bisa terkendali.
Dia menangis sambil mencium batu nisan Eky.
"A Eky tenang ya A. Embap sudah 8 tahun ditinggal A Eky, embap terus berjuang, terus berjuang mencari keadilan buat A Eky, A tenang ya disana, Ya Allah. Ya Allah ampuni hamba tenangkan anak hamba di sana, ampuni dosa Ya Allah," ratap Iptu Rudiana.
Curhat ke Eks Kabareskrim

Ternyata selama ini Iptu Rudiana mencurahkan hatinya atau curhat ke mantan Kabareskrim Polri (Purn) Ito Sumardi.
Curhatan Iptu Rudiana lalu dibongkar Ito Sumardi dalam wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Ito Sumardi mengaku mendapat pesan Iptu Rudiana sebagai dalam posisi sebagai pensiunan Polri.
Ia bercerita jika Iptu Rudiana tak henti-hentinya menangis setiap kali melihat pemberitaan di televisi terkait kasus kematian anaknya.
Iptu Rudiana mengaku diperlakukan tidak adil atas pengungkapan kasus kematian anaknya di tahun 2016 lalu.
Terlebih, setelah adanya rentetan peristiwa dikabulkannya prapradilan Pegi Setiawan dan pengajuan peninjauan kembali (PK) dari terpidana Saka Tatal.
"Jadi dia tuh selama ini menurut Rudiana, dia melihat TV tuh dia sedih, berkali-kali menangis demi Tuhan, dia ngomong gitu. Kenapa? 'Saya diperlakukan tidak adil, Padahal saya kehilangan anak saya'. Anak kandung siapa, Apakah orang tua yang mau anaknya meninggal," kata Ito Sumardi.
Di situ, Ito menyadari jika Iptu Rudiana merupakan seorang manusia biasa yang ingin mendapat keadilan, serta kepastian hukum dalam kasus kematian anaknya.
Apalagi, lanjut dia, Rudiana tidak mengenal secara langsung para terpidana yang telah dihukum sebelumnya, termasuk Saka Tatal.
"Nah, kalau misalnya itu dibebaskan mungkin buat Rudiana waktu itu udah selesai. Tinggal nyari lagi siapa pelaku utamanya. Pelaku yang sebenarnya siapa," imbuhnya.
Selain itu, Ito turut menyadari posisi Polri yang saat ini terkesan tidak mau banyak bicara dalam kasus tersebut.
Termasuk, Iptu Rudiana yang tidak banyak muncul untuk menyampaikan sesuatu dalam kasus ini.
"Sekarang orang bilang kan kenapa Polri kok diam aja, kalau Polri bicara ada kesan membela diri. Tentunya ini kan juga enggak bagus karena kan menyangkut satu orang sedang dinas kan. Rudiana ini kan masih polisi aktif. Orang bilang kenapa Rudiana tidak muncul Rudiana ini polisi aktif," ujar Ito.
"Untuk dia bisa berbicara atau melakukan sesuatu di luar daripada penugasan dia, dia harus dapat izin pimpinan. Dan pimpinan akan menentukan apakah itu urgensinya terhadap tugas dia. Sehingga selama ini tidak muncul," jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.