Kamis, 23 April 2026

Jemaah Haji 2024

10 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya berakhir saat Kloter 106 yang tiba di tanah air pada Senin (22/7/2024) kemarin

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Fatkhul Alami
Dok Embarkasi Surabaya
Kloter 106 saat mendarat di Bandara Juanda Surabaya sebagian jemaah haji terakhir pemulangan Debarkasi Surabaya, Senin (22/7/2024) lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya berakhir saat Kloter 106 yang tiba di tanah air pada Senin (22/7/2024) kemarin. Sebanyak 333 jemaah gabungan dari berbagai daerah itu tiba selamat mendarat di Bandara Juanda Surabaya.

Mereka adalah gabungan jemaah haji asal Pamekasan, Sidoarjo, Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Madiun, Magetan, Probolinggo, Surabaya, Jombang, dan Embarkasi Palembang.

Kloter 106 mendarat di Bandara Internasional Juanda pada pukul 15.53 WIB dan tiba di asrama haji pada pukul 17.15 WIB. Kedatangan jemaah haji pamungkas ini disambut Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Subhan Cholid dan sejumlah pejabat Pemprov Jatim dan Kemenag Jatim.

Informasi yang disampaikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Embarkasi Surabaya telah memulangkan jemaah sebanyak 39.163 orang. Mereka terdiri dari 38.634 jemaah dan 529 petugas, tergabung dalam 106 kloter telah berada di tanah air.

Dari total keberangkatan terdapat selisih 101 orang dari total keberangkatan dikarenakan wafat 81 orang, masih dirawat di Arab Saudi 10 orang dan pulang secara mandiri secara reguler 10 orang.

Hingga kedatangan kloter 106 sebanyak 10 orang masih tertinggal di Arab Saudi karena menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Mereka masih sakit hingga pemulangan jemaah terakhir kemarin.

"Biaya perawatan dan pemulangan saat sembuh nanti ditanggung pemerintah," jelas Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya sekaligus Kabid Pelaksana Haji dan Umrah Kemenag Jatim Abdul Haris.

Kondisi kesehatannya terus dimonitoring oleh petugas dari Kantor Urusan Haji (KUH) dan Konsulat Jenderal Indonesia yang ada di Jeddah. Perkembangan kesehatan juga akan dilaporkan secara periodik kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jika sembuh dan dinyatakan laik terbang akan segera dipulangkan ke tanah air. Semua biaya perawatan dan penerbangan pulang ditanggung pemerintah.

Sementara itu, total Jemaja haji dari Embarkasi Surabaya yang meninggal sebanyak 89 jemaah. Dari jumlah ini, sebanyak 81 jemaah haji wafat di Arab Saudi sedangkan sisanya, 8 jemaah wafat di Tanah Air.

Rincian yang meninggal di Tanah air. Sebanyak 2 orang wafat di RS Haji Surabaya pada masa pemberangkatan dan 6 orang wafat pada masa pemulangan.

Dari Jakarta, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani mengajak jemaah haji Indonesia menularkan berbagai kebaikan bagi lingkungannya setibanya di Tanah Air. Ia juga berharap, berbagai kebiasaan baik yang dilakukan jemaah selama di Tanah Suci dapat terus dilanjutkan di Tanah Air.

"Mari kita menggetuktularkan pola-pola ibadah kita pada saat di tanah suci, dimana pada tiap waktu salat dan ibadah lainnya selalu dilakukan dengan khusyuk. InsyaAllah, bapak dan ibu jemaah haji adalah jemaah haji yang mabrur dan mabruroh," tutur Ali Ramdhani di Bekasi dalam keteranga tertulis Kemenag RI.

Sekjen Ali Ramdani mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada jemaah haji kloter JKS terakhir ini.

"Alhamdulillah saya melihat wajah-wajah sumringah para bapak ibu jemaah haji yang mencerminkan kelegaan telah selesai menunaikan ibadah haji dan telah kembali lagi dalam pelukan keluarga tercinta," ungkapnya.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved