Besaran Gaji Fauzi Baadilla yang Jadi Komisaris PT Pos Indonesia, 90 Persen dari Komisaris Utama

Berikut besaran gaji Fauzi Baadilla, aktor yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pos Indonesia

|
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Instagram
Fauzi Baadilla 

SURYA.CO.ID - Besaran gaji Fauzi Baadilla setelah diangkat jadi Komisaris PT Pos Indonesia jadi sorotan.

Diketahui, selama ini Fauzi Baadilla dikenal sebagai aktor. 

Namun, Menteri BUMN Erick Thohir tiba-tiba memberi kepercayaan Fauzi Baadilla untuk mengemban jabatan sebagai Komisaris PT Pos Indonesia

Pengangkatan Fauzi Baadilla ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pos Indonesia yang berlangsung Kamis (18/7/2024) kemarin.

Selain Fauzi Baadilla, Erick Thohir juga mengangkat Muhammad Budi Djatmiko sebagai komisaris PT Pos Indonesia.

Lantas, berapa besaran gaji Fauzi Baadilla?

Besaran Gaji

Baca juga: Sosok Sri Fatmawati, Dosen ITS Jadi Wanita Indonesia Pertama Peraih Dr Willmar Schwabe Award 2024

Besaran gaji Fauzi Baadilla tertuang dalam Pasal 83 ayat (1) Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-3/mbu/03/2023 Tahun 2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.

Disebutkan bahwa gaji anggota dewan komisaris atau dewan Pengawas BUMN diberikan honorarium yang ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan, sebagai berikut:

Gaji Komisaris PT Pos Indonesia
Gaji Komisaris PT Pos Indonesia

a. Komisaris utama/ketua dewan pengawas BUMN sebesar 45 persen dari direktur utama BUMN.

b. Wakil komisaris utama/wakil ketua dewan pengawas BUMN sebesar 42,5?ri direktur utama BUMN.

c. Anggota dewan komisaris/dewan pengawas BUMN sebesar 90 persen dari komisaris utama atau ketua dewan pengawas BUMN.

Gaji Fauzi Baadilla, Komisaris PT Pos Indonesia
Gaji Fauzi Baadilla, Komisaris PT Pos Indonesia

Baca juga: Kisah Engkus Disabilitas yang Mengajar Les Online Bahasa Inggris Gratis, Cuma Mengandalkan Jari Kaki

Besarnya honorarium komisaris utama/ketua dewan pengawas BUMN ditetapkan oleh RUPS atau menteri setiap tahun selama 1 tahun terhitung sejak Januari tahun berjalan.

Sementara berdasarkan laporan tahunan PT Pos Indonesia pada 2022, komponen remunerasi direksi dan dewan komisaris terdiri dari gaji atau honorarium, tunjangan, fasilitas, dan tantiem atau insentif kinerja (IK).

Penyesuaian remunerasi dewan komisaris dan direksi dengan mempertimbangkan faktor skala usaha, kompleksitas usaha, tingkat inflasi, dan kondisi serta kemampuan perusahaan.

Sebagai gambaran, nominal dari komponen remunerasi dewan komisaris PT Pos Indonesia pada 2022:

Komisaris Utama:

Fauzi Baadilla
Fauzi Baadilla (Kolase Instagram)

Honorarium bulanan: Rp 90 juta
Tunjangan transportasi: Rp 18 juta
Pendapatan setahun Rp 1,29 miliar

Komisaris:

Honorarium bulanan: Rp 81 juta
Tunjangan Transportasi: Rp 16,2 juta
Pendapatan setahun: Rp 1,16 miliar

Pendapatan tahunan :

1. Tantiem: Dibayarkan sebesar 45?ri tantiem direktur utama dikali masa aktif.
2. Tunjangan hari raya dibayarkan 1 kali honorarium
3. Asuransi purna jabatan: Premi yang ditanggung oleh perusahaan sebesar 25?ri honorarium dalam 1 tahun

Fasilitas Kesehatan: Penggantian biaya kesehatan.

Sosok Fauzi Baadilla

Fauzi Baadilla merupakan aktor senior yang masih aktif berkiprah di dunia seni peran Tanah Air.

Pria kelahiran Kairo, Mesir pada 25 September 1979 ini awali karier di dunia hiburan jadi model.

Ia model iklan dan video klip antara lain Menanti Sebuah Jawaban milik band Padi dan Arti Cinta milik penyanyi Ari Lasso.

Namanya mulai dikenal publik saat membintangi film Hayya: The Power of Love 2 sebagai toko utama.

Di layar lebar, Fauzi Baadilla debut di film Kwaliteit 2 pada 2003 lalu film Rindu Kami Padamu.

Ia bahkan dinobatkan sebagai Most Favourite Actor oleh MTV Indonesia Movie Awards 2004 dan Aktor Pembantu Terpuji Festival Film Bandung 2005.

Putra dari pasangan Hoesni Oemar Baadilla dan Enid Rachima ini memperoleh peran sebagai Damar dalam film Mengejar Matahari yang mengisahkan persahabatan empat pemuda miskin di Jakarta.

Lewat film ini pula, Fauzi yang akrap disapa Oji ini dinobatkan sebagai Most Favourite Actor oleh MTV Indonesia Movie Awards 2004 dan Aktor Pembantu Terpuji Festival Film Bandung 2005.

Pada 2005, Fauzi berperan dalam film Tentang Dia.

Di 2006, Fauzi berakting dalam film 9 Naga sebagai Lenny bersama aktor lainnya Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Marcel Anthony, dan Ajeng Sardi.

Film besutan Rudi Soedjarwo ini mengisahkan tentang 3 sahabat yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran.

Setelah itu, meski sempat meredup, pada 2014 Fauzi memperoleh peran utamanya sebagai Satria dalam film Sebelum Pagi Terulang Kembali.

Pada usianya ke 34 tahun, Fauzi didapuk sebagai Duta Pariwisata dan Duta Perfilman Nasional.

Selang dua tahun, Fauzi Baadilla dipercaya sebagai Duta Pariwisata untuk Pulau Banda Neira.

Selain tampil di layar lebar, Fauzi Baadilla juga pernah membintangi beberapa judul sinetron di antaranya Keajaiban Cinta, Dunia tanpa Koma, dan Bintang untuk Baim.

Setelah vakum dari layar lebar, pada 2018, Fauzi Baadilla tampil kembali bermain dalam film 212: The Power of Love.

Di 2019, ia kembali menjadi pemeran utama di film Hayya: The Power of Love 2.

Lama vakum, Fauzi sempat menjadi relawan untuk membantu para pengungsi yang ada di negara konflik di Suriah.

Mengulik kehidupan pribadinya, aktor tampan ini pernah menikah dengan Senk Lotta, model asal Uzbekistan pada 23 Januari 2007 silam.

Sayangnya mereka bercerai pada 2010.

Saat ini Fauzi Baadilla masih menjomblo dan memilih tidak berkeluarga terlebih dahulu.

Fauzi cenderung menutupi hal ini dari media.

Bahkan untuk urusan atau masalah pribadi Fauzi tidak terlalu banyak diketahui oleh media.

Lebih jauh, Fauzi Baadilla sempat nyaleg pada Pemilu 2019 silam.

Ia diusung oleh Partai Gerindra untuk maju menjadi calon wakil rakyat.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved