Berita Surabaya

Perintahkan Dindik Surabaya Pastikan Lulusan SD Lanjut SMP, Eri Cahyadi: 'Tak Boleh Putus Sekolah'

Eri Cahyadi menginstruksikan Dindik Surabaya memastikan seluruh lulusan SD harus melanjutkan sekolahnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
bobby constantine koloway/surya.co.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di sejumlah SMP Surabaya, Selasa (16/7/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya untuk bekerja cepat memastikan seluruh lulusan SD di Kota Pahlawan melanjutkan sekolahnya, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.

"Hari Sabtu kami akan memaparkan. Jumlah anak yang lulus SD ada berapa ribu? Jumlah anak yang diterima SMP negeri dan swasta ada berapa ribu? Kalau kemudian ada selisih, tak kon goleki (saya instruksikan Dindik untuk mencari)," kata Eri Cahyadi, Selasa (16/7/2024).

Pihaknya akan memastikan pada lulusan SD yang belum terdaftar di SMP negeri maupun swasta telah menjangkau lembaga pendidikan SMP.

"Kami akan mencari, ning endi arek iki? (Dimana anak ini melanjutkan sekolah)," katanya.

Menurut Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) Jawa Timur tersebut, besar kemungkinan siswa tersebut sekolah di luar kota.

"Bisa saja mondok (ke Pondok Pesantren), atau sekolah luar kota. Nah, ini yang harus dipastikan," ujarnya.

Kandidat doktor Pengembangan SDM Universitas Airlangga (Unair) tersebut akan memastikan tak ada kasus putus sekolah di Surabaya.

Ini untuk memastikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Surabaya berjalan optimal.

Apalagi, Pemkot Surabaya juga memberikan sejumlah intervensi kepada warga kurang mampu agar menjangkau pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Nggak oleh onok Arek Suroboyo nggak sekolah (Tidak boleh ada anak Surabaya yang tidak sekolah)," tandas Cak Eri.

Bagi yang belum mendaftar sekolah, Eri Cahyadi mengarahkan kepada sekolah Swasta.

"Sebab, (Penerimaan) di sekolah negeri sudah tutup. Soalnya sudah nggak cukup kuotanya. Siswa bisa memilih sekolah swasta yang memiliki kualitas bagus. Sebab, ini juga menjadi tantangan bagi sekolah swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar anak mau mendaftar di sekolah tersebut," kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta, Erwin Darmogo, berharap adanya transparansi soal siswa yang diterima sekolah negeri.

"Kami akan mencocokkan data dengan jumlah siswa yang ada di Dinas Pendidikan maupun sekolah negeri. Kalau pun nanti ada selisih (lulusan SD belum diterima SMP) itu akan dicari. Silakan mendaftar di sekolah swasta," imbuh Erwin.

Sekolah negeri juga harus menjaga komitmen untuk tidak menerima murid setelah masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tuntas awal Juli lalu.

"Ini menjadi komitmen bersama. Bagi siswa yang belum mendaftar di SMP hingga saat ini, silakan siswa mendaftar di sekolah swasta karena kami masih membuka pendaftaran hingga akhir Juli," katanya.

Mengutip data Dinas Pendidikan Surabaya, sebanyak 39.783 siswa diperkirakan lulus SD tahun ini.

Namun, belum semua lulusan tersebut terdata sebagai siswa SMP di Surabaya.

Berdasarkan data pagu SMP Negeri tahun ini, jumlah siswa yang dapat diterima di sekolah negeri hanya sekitar 17.792 siswa.

Jumlah tersebut terbagi dalam 556 rombongan belajar (rombel) di 56 sekolah negeri dengan jumlah maksimal tiap rombel mencapai 32 siswa.

Sedangkan jumlah siswa yang diterima di sekolah swasta (hingga Minggu, 14/7/2024), baru mencapai 14.182 siswa.

Jumlah tersebut terbagi ke dalam 262 SMP swasta di Surabaya.

Dengan kata lain, masih ada sekitar 7.809 lulusan SD di Surabaya yang belum terdata masuk SMP di Surabaya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved