Minggu, 19 April 2026

Berita Surabaya

Dewan Minta Jaminan Keamanan Pengunjung di Wisata Kota Lama Surabaya

Saat mengabadikan momen di destinasi eksotik di kawasan heritage kota tua di Surabaya, iPhone pengunjung ini dirampas pelaku kriminal jalanan

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/habibur rohman
Warga dan anggota komunitas memadati kawasan Kota Lama Surabaya pada Soft launching Kota Lama Surabaya yang dipusatkan di Gedung Internatio Surabaya, Kamis (27/6/2024). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Salah satu pengunjung Wisata Kota Lama Surabaya menjadi korban aksi kejahatan jalanan.

Saat mengabadikan momen di destinasi eksotik di kawasan heritage kota tua di Surabaya, iPhone pengunjung ini dirampas pelaku kriminal jalanan.

Situasi ini memantik respons keras Pimpinan Komisi D DPRD Surabaya.

Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati tidak saja menyesalkan peristiwa tersebut, tapi politisi perempuan Gerindra ini tidak terima jika kawasan wisata menjadi tidak aman.

"Ini menjadi perhatian serius kita semua. Kami percaya bahwa pihak terkait akan melakukan hal yang tepat agar tidak tidak menjadi preseden buruk pada citra keamanan di tempat Wisata Kota Lama," kata Ajeng, Rabu (10/7/2024).

Dia mendesak agar segera melakukan tindakan taktis untuk mencegah kejadian kriminal di tempat wisata itu tidak terulang. Dampaknya akan luas.

Tidak saja bikin Wisata Kota Lama dicap tidak aman, tapi akan membuat pengunjung enggan lagi dan kapok ke destinasi ini.

Ajeng tidak ingin hal itu terjadi. Untuk itu, dia mendesak agar pihak terkait makin meningkatkan keamanan di objek wisata. Terus berkoordinasi dengan kepolisian.

Sebaiknya ada pos keamanan di titik wisata lengkap dengan petugas dan personel siaga.

Setiap saat juga bisa keliling patroli mengawasi setiap sudut dan potensi kejahatan.

Mencermati setiap pengunjung yang berpotensi menyamar jadi pelaku. Juga murni pelaku kejahatan.

"Satpol PP, Dishub serta Disbudporapar bersinergi dan berkolaborasi dengan aparat kepolisian," kata Ajeng.

Karena menawarkan pesona khas, wisata heritage Surabaya itu pasti identik dengan aktivitas foto dan video pengunjung.

Mereka pasti akan mengabadikan momen. Ini rentan penjambretan. Seperti yang terjadi pada pengunjung asal Malang tersebut.

Kejahatan memang bisa terjadi di mana pun. Tapi ruang gerak dan kesempatan aksi kejahatan itu harus diperkecil dan ditutup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved