Berita Surabaya

Soft Launching Kota Lama Surabaya Dibuka dengan Teatrikal Pertempuran Melawan Sekutu

Soft launching tempat wisata Kota Lama Surabaya berjalan semarak, Kamis (27/6/2024).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
habibur rohman/surya.co.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkeliling kawasan kota lama dengan jeep sekaligus melakukan prosesi Soft launching Kota Lama Surabaya yang dipusatkan di Gedung Internatio Surabaya, Kamis (27/6/2024). Undangan dan pengunjung Soft Launching Kota Lama Surabaya juga disuguhi dengan Drama Teatrikal Pertempuran Melawan Sekutu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Soft launching Kota Lama Surabaya berjalan semarak, Kamis (27/6/2024).

Berpusat di Gedung Internatio Surabaya, acara juga dirangkai dengan Teatrikal 'Pertempuran 3 Hari by Roodeburg'.

Berlangsung sore hari, acara ini dihadiri langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah jajaran Forkopimda di Kota Surabaya.

Ratusan pengunjung memadati titik ini dari berbagai kelompok usia.

Setelah melakukan peninjauan ke beberapa titik Kota Lama menggunakan Jeep, acara dilanjutkan dengan aksi teatrikal komunitas pegiat sejarah, Roode Brug Soerabaia.

Mengangkat latar waktu masa perjuangan, teatrikal tersebut mereka-ulang kejadian di tempat tersebut.

Diceritakan, setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pasukan sekutu kembali mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal AWS Mallaby.

Kedatangan mereka mulanya bertujuan untuk melucuti senjata serdadu Jepang.

Namun, kedatangan Allied Force for Netherlands East Indies (AFNEI) langsung ditolak oleh pemerintah Jawa Timur di bawah pimpinan Gubernur Suryo.

Untuk meredakan ketegangan, kedua belah pihak akhirnya menjalin kesepakatan, di antaranya setuju untuk saling menjaga ketentraman dan keamanan.

Namun, kesepakatan tersebut lantas diingkari dengan aksi Inggris yang justru melakukan penyergapan penjara Kalisosok serta menduduki sejumlah bangunan vital, satu di antara bangunan itu adalah Gedung Bank Internatio.

Pada 27 Oktober 1945, kontak senjata pun pecah dan berlangsung hingga 30 Oktober 1945 di beberapa tempat.

Akhirnya, Jenderal Mallaby yang berada dalam mobil tengah menuju Gedung Internatio, tewas setelah mobil yang dikendarainya meledak di sebelah utara Jembatan Merah.

Adegan tewasnya Mallaby pun mengakhiri teatrikal tersebut.

Selain Gedung Internatio, mobil Mallaby sebagai saksi kejadian tersebut kini dipajang dekat dengan Gedung tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved