Kamis, 11 Juni 2026

Berita Pasuruan

DPRD Pasuruan Soroti Arjuno Agro Techno Park, 3 Tahun Habiskan Miliaran Tetapi Sudah Rusak

pemkab kembali mengalokasikan anggaran Rp 12,7 miliar di tahun 2023 untuk kelanjutan pembangunan kawasan wisata tersebut

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/Galih Lintartika (Galih)
Pintu masuk kawasan megaproyek Arjuno Agro Techno Park di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. 

Kerusakaan di beberapa titik ini terjadi sebelum AATP resmi dioperasionalkan atau difungsikan. Situasi di lapangan, megaproyek ini terkesan mangkrak dan dibiarkan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto juga memberikan kritikan tajam. Menurutnya, Pemkab Pasuruan jangan melakukan kebiasaan membangun proyek fisik tanpa manajerial.

“Saya kira, AATP ini menjadi salah satu contoh lemahnya tata kelola pemerintahan, utamanya dalam hal manajerial,” kata politisi Partai Golkar ini.

Sugiarto mengatakan, pembangunan fisik mudah selama ada anggaran. Pemkab bisa saja membangun proyek dengan anggaran yang besar. “Tetapi yang saya inginkan, bagaimana bukan hanya berpikir soal mengalokasikan anggaran melainkan juga lebih ke pengelolaan dan penatausahaan proyek itu,” imbuhnya.

Maka ia menyimpulkan bahwa Pemkab Pasuruan terkesan membangun proyek tanpa dilengkapi dengan kajian pembangunannya. Dasar kajian pembangunan strategis daerah harus terpenuhi. Sehingga ketika proyek sudah selesai dibangun, bisa langsung digunakan.

“Bukan hanya AATP, ada beberapa aset pemkab yang tidak difungsikan di beberapa titik. Maka buat apa dibangun tetapi tidak difungsikan,” tegasnya

Lantas, lanjut Sugiarto, siapa yang bertanggung jawab ketika pembangunan dengan anggaran besar tetapi tidak dimanfaatkan. “Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar rencana pembangunan proyek ke depan bisa dilengkapi dengan kajian-kajiannya,” imbuhnya.

Sugiarto meyakini, pembangunan sebuah proyek pasti dilandasi dengan beberapa alasan, utamanya adalah membawa manfaat atas pembangunan proyek itu.

“Kalau dibangun terus tidak ada manfaatnya ya percuma. Ini membuang uang tetapi masyarakat tidak bisa menikmatinya,” paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengaku akan menerima semua kritikan serta masukan terkait pembangunan AATP ini.

Agus yakin, maksud dan tujuan dari masukan serta kritikan ini untuk kebaikan pembangunan di Kabupaten Pasuruan agar lebih baik dan tertata ke depan.

Artinya, beberapa catatan yang disampaikan ini akan menjadi perhatian agar menjadi prioritas untuk segera dilakukan perbaikan. “Saya terima masukan dan kritik membangun ini. Tentu saya sebagai pejabat baru di Dinas Pariwisata akan memperhatikan betul masukan dan kritikan ini,” urainya.

Agus memastikan, pembangunan AATP akan diawasi betul agar tidak terjadi kerusakan seperti pembangunan di tahun 2023. “Kami akan buat semacam tim monev yang bertugas mengawasi pelaksanaan pekerjaan di tahun 2024 agar prosesnya berjalan baik dan benar,” tutupnya. ****

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved