Berita Surabaya
Kemenhub, Kedutaan AS & US Coast Guard Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Lihat Implementasi ISPS Code
Dirhubla Kemenhub bersama perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serika dan US Coast Guard mengunjungi PT Terminal Teluk Lamong
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirhubla Kemenhub) bersama perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) atau US Embassy dan Satuan Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) mengunjungi PT Terminal Teluk Lamong (TTL).
Kunjungan itu dalam agenda port visit untuk menekankan pentingnya penerapan kode keamanan internasional terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security/ISPS Code).
"Khususnya yang melayani kapal dengan pelayaran internasional, sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan," kata Jon Kenedi, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), sebagai wakil dari Dirhubla Kemenhub.
Dia juga mengungkapkan, tidak hanya memastikan kelancaran operasional pelabuhan, ISPS Code juga diharapkan dapat melindungi fasilitas pelabuhan dari serangan siber atau cyber attack.
“Kemanan siber adalah salah satu aspek penting yang harus kita utamakan guna menghindari serangan yang dapat merusak jaringan digitalisasi pada sistem peralatan modern yang digunakan di fasilitas pelabuhan,” jelas Jon.
Sebagai informasi, PT Terminal Teluk Lamong, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas yang merupakan entitas Pelindo Group telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015 silam.
TTL telah dilengkapi peralatan-peralatan canggih yang mendukung modernisasi dan otomatisasi pelayanan jasa kepelabuhanan.
"Fasilitas pelabuhan yang sudah canggih ini harus dibarengi dengan keamanan siber yang juga mumpuni," ungkap Jon.
Diakuinya ancaman siber merupakan hal yang tidak dapat dihindari, sebagai akibat dari kemajuan teknologi.
Terbukti dalam kurun waktu empat tahun terakhir serangan siber merupakan suatu ancaman baru di ISPS Code.
"Serangan siber dapat melumpuhkan bahkan merusak data, informasi maupun peralatan yang dimiliki fasilitas pelabuhan,” ujar Jon.
Apabila serangan siber tersebut terjadi di fasilitas pelabuhan, dampak yang akan muncul akan sangat banyak di antaranya financial loss atau rugi secara keuangan, kecelakaan kerja, kemacetan di akses poin, dan data loss atau kehilangan data/informasi penting perusahaan dan customer.
Sebagai mitigasi resiko akan hal tersebut, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 16 Tahun 2024 yang mengatur terkait Pengembangan Penilaian dan Prosedur Keamanan Siber (Cyber Security) Pada Manajemen Kemananan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan untuk Penanganan Resiko Pada Sistem Jaringan Maya (Cyber Risk Management).
“Tim dari AS diharapkan juga dapat memberikan observasi dan masukan bagi Terminal Teluk Lamong, dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap implementasi ISPS Code. Hal ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur maritim Indonesia tidak hanya memenuhi persyaratan keamanan yang tepat, tetapi juga mampu menjawab tantangan keamanan yang modern secara efektif,” beber Jon.
Pada kesempatan yang sama, Operation Senior Manager TTL, Anang Januriandoko mengungkapkan, TTL telah mendapatkan sertifikasi ISPS code sejak tahun 2015.
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kegiatan-kunjungan-dari-Direktur-KPLP-Jon-Kenedi.jpg)