Berita Surabaya
Sosok Tri Indah Permatasari Mahasiswi STIKOM Surabaya Rebut Peringkat 3 Panahan Jatim
Tri Indah Permatasari merupakan mahasiswi Akuntansi Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) baru saja berhasil meraih peringkat 3 panahan Jatim
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Tri Indah Permatasari merupakan mahasiswi program studi (prodi) Akuntansi Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) baru saja berhasil meraih peringkat 3 di Kejuaraan Lilies Handayani Srikandi Archery School tingkat Provinsi Jawa Timur.
Indah -sapaan akrabnya- mengungkapkan, kejuaraan kali ini tidak hanya disibukkan dengan latihan. Namun ia juga harus menyempatkan waktunya untuk menyelesaikan tugas akhir.
Bagi wanita yang telah beberapa kali memenangkan kejuaraan panahan tingkat provinsi ini, ia tetap harus mempersiapkan dengan matang sebelum ia mengikuti kejuaraan ini.
“Dua minggu sebelum perlombaan, saya fokus untuk melatih fisik, mulai dari push up, sit up, back up, lari, dan lain-lain,” ujar Indah.
Fisik yang kuat diperlukan karena perlombaan biasanya menghabiskan waktu setengah sampai satu hari.
“Jika fisiknya tidak kuat, maka stamina atlet akan turun, sehingga tembakan (busur panah) kurang maksimal,” sambungnya.
Tidak hanya melatih fisik, Indah juga mematangkan teknik panahannya tiga hari sebelum perlombaan.
Atas persiapan-persiapan tersebut, ia berhasil menyabet peringkat 3 di kategori panah compound, yang merupakan jenis busur modern yang lebih kompleks dan memerlukan latihan serta teknik khusus untuk menggunakannya dengan benar.
“Saat latihan untuk mempersiapkan lomba, biasanya sebulan penuh saya harus latihan saat pagi dan sore. Pengerjaan TA saya pun menjadi terhambat. Ini kembali ke saya, saya harus bisa me-manage waktu,” ucap Indah.
Indah menyebutkan, dosen-dosen di prodi Akuntansi sangat mendukung Indah dalam karirnya di dunia atlet panahan.
Indah bercerita, pada awalnya, ia tidak ada keinginan untuk menekuni dunia panahan.
“Awalnya saya tidak ada hobi panahan, adik saya lah yang memang dari kecil suka panahan. Saya sering mengantar dan melihat dia bermain panah, dari situ saya mulai tertarik untuk mencoba. Eh, ternyata keterusan sampai sekarang,” ujar Indah sambil tertawa kecil.
Ia mulai menekuni panahan ini saat pandemi Covid-19 melanda, tepatnya di tahun 2020. Saat itu, Indah baru saja lulus dari bangku sekolah dan menunggu perkuliahan dimulai, sehingga ia tidak ada kegiatan lain.
“Saat itu saya berpikir untuk mengisi kekosongan waktu, saya iseng belajar panahan,” kata mahasiswi yang pernah meraih juara 1 tingkat provinsi dalam kejuaraan Piala Bupati Sidoarjo tersebut.
Dimulai dari keisengannya, Indah pun berhasil lolos seleksi tim dan saat ini menjadi anggota dari tim Lilies Handayani Srikandi Archery School.
Arifin Puji Widodo, selaku dosen pembimbing Indah, menceritakan Indah memiliki passion yang kuat terhadap panahan.
“Ia rela mengerjakan TA nya setelah ia selesai latihan, yaitu saat malam hari. Ini menunjukkan dedikasinya serta kemampuannya untuk mengatur waktu agar studinya dan panahannya tetap berjalan,” tegas Arifin yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut.
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Tri-Indah-Permatasari-merupakan-mahasiswi-Akuntansi-STIKOM.jpg)