Kuliner
Salmon Gravlax, Lembutnya Kuliner Khas Swedia dengan Citarasa Tradisional Nordik
Executive Chef Java Paragon Hotel, Chef Satyo Ardianto menghadirkan salmon gravlax sebagai menu pembuka atau appetizer
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA- Menu seafood terutama salmon menjadi hidangan andalan di Swedia.
Olahan salmon dari negara Nordik ini diproses dengan pembuatan yang unik, mungkin terbilang asing bagi sebagian orang.
Salah satunya adalah salmon gravlax. Hidangan ini cukup populer dan juga disebut sebagai cured salmon, sebab proses memasaknya dengan cara curing.
Executive Chef Java Paragon Hotel, Chef Satyo Ardianto menghadirkan salmon gravlax sebagai menu pembuka atau appetizer pada pilihan buffet Bellow Sea Level.
Secara harfiah, dalam bahasa Swedia gravlax berarti mengubur (grav) dan salmon (lax/laks).
Hidangan spesial salmon ini disebut melalui proses dipendam dengan garam, gula dan lada hitam.
Garam akan menyerap cairan lemak dari ikan salmon, sehingga ikan menjadi matang.
Teknik tersebut juga menjadi salah satu cara untuk dapat mengawetkan ikan.
“Salmon mentah dipendam keseluruhan dengan garam selama berhari-hari sampai matang. Sesuatu yang dipendam garam itu kan panas, tapi panasnya bukan api tapi garam. Karena salmon itu lembut dia akan matang oleh temperatur garam,” ucapnya.
Proses curing biasanya menggunakan jenis garam kasar, dengan tekstur lebih besar dan tebal.
Teknik curing tidak hanya dapat diaplikasikan pada salmon, namun juga beberapa bahan makanan seperti unggas maupun daging merah, dan dapat dimodivikasi sesuai selera.
“Prosesnya lama, seminggu lalu (curing) tapi tidak ada bakteri tumbuh ya. Karena prosesnya garam curing, memang kalau belum tahu agak awam,” tambahnya.
Chef yang pernah berkarir di Las Vegas Hotels ini menyebut, salmon gravlax kerap dikonsumsi bersama dengan roti dan mayonise.
Di sini, ia menyajikan salmon gravlax sebagai hidangan pembuka dengan citarasa yang dihadirkan lembutnya salmon, sedikit asin dan asam dari lemon.
Dalam satu tampilan, terdapat salmon lembut, tomat cery, dan daun dill.
“Memang asin, tapi enak dimakan sebagai makanan pembuka. Saya kasih sedikit lemon supaya segar,” sebutnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Ngikan Reborn di Surabaya, Inovasi Kuliner Ikan Goreng dan Sambal Nusantara Lebih Variatif |
![]() |
---|
Kuliner Malam di Gresik, Ada Sate Kambing Muda Legendaris Sejak Tahun 1998 di Alun-alun Sidayu |
![]() |
---|
Rujak Cingur Genteng Durasim Surabaya Pertahankan Cobek Berusia 82 Tahun untuk Meracik Bumbu |
![]() |
---|
20 Tahun Ibu Yati Berjualan Semanggi, Kuliner Khas Surabaya yang Melegenda |
![]() |
---|
Incip Perpaduan Ayam Goreng Krispi dan Nasi Kebuli Cita Rasa Timur Tengah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.