Sabtu, 30 Mei 2026

Pilkada Jember 2024

Mantan Rektor UIJ Abdul Hadi Daftar Cawabup Pilkada Jember 2024 ke PKB

Mantan Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) 2015-2023, Abdul Hadi, daftar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pilkada Jember 2024 ke PKB.

Tayang:
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: irwan sy
ist
Mantan Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) 2015-2023, Abdul Hadi, dibonceng dengan Bentor saat daftar Cawabup Pilkada Jember 2024 Kantor DPC PKB Jember. 

SURYA.co.id, JEMBER - Mantan Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) 2015-2023, Abdul Hadi, daftar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pilkada Jember 2024 ke PKB.

Pria yang tinggal di Kecamatan Mayang itu, mengantarkan berkas pendataran di Kantor DPC PKB Jember naik becak motor, Kamis (2/5/2024).

Pria yang kini jadi Direktur Klinik Al-Hadi Mayang tersebut menyerahkan berkas pendaftaran Cawabup di Tim Desk Penjaringan Pilkada Jember 2024 DPC PKB Jember.

Abdul Hadi mengatakan sengaja melakukan pendaftaran Cawabup Jember pada 1 Mei 2024 berbarengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

"Saya mendaftar ke PKB ini karena sebagai Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) merasa terpanggil menjadi pelayan masyarakat Jember sebagai Calon Wakil Bupati," ucapnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Menurutnya, siapapun Calon Bupati yang direkomendasi oleh PKB di Pilkada 2024.

Dia mengaku siap menjadi Cawabupnya.

"Jika saya memang dipercaya, saya siap bersama-sama untuk membangun Kabupaten Jember," kata Hadi.

Sebagai sorang akademisi, Hadi mengaku fokus untuk pengembangan pembangunan di Jember, pada sektor pendidikan dan kesehatan.

"Karena dua bidang tersebut bisa menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi ini Hari Pendidikan Nasional, moment penting bagi warga Jember untuk ditingkatkan SDM-nya. Maka visi-misi saya adalah bagaimana Pendidikan dan Kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat Jember," kata pria yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana di Kampus UIJ ini.

Hadi mengaku sengaja membawa 9 becak motor saat mendaftar Cawabup di PKB Jember.

Katanya, hal itu adalah lambang kebesaran NU.

"Jadi sembilan becak ini, melambangkan sembilan bintang di logo NU. Karena NU bintangnya sembilan, akhirnya becak yang saya bawa juga sembilan tidak boleh lebih," kata Hadi.

Sementara sembilan tukang becak yang mendampinginya.

Hadi mengungkapkan mereka adalah Warga NU, dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved