Kamis, 16 April 2026

Berita Ponorogo

Komunitas Volcano Merapi Gelar Edukasi Ular ke Warga Desa Sukosari Ponorogo, Ini Tujuannya

Komunitas Volcano Merapi dari Ponorogo melakukan sosialisasi mengenai ular kepada warga Desa Sukosari, Kecamatan Babadan.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: irwan sy
ist
Komunitas animal rescue (penyelamat satwa) Volcano Merapi dari Ponorogo melakukan sosialisasi mengenai ular kepada warga Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Senin (29/4/2024). 

SURYA.co.id, PONOROGO - Komunitas animal rescue (penyelamat satwa) Volcano Merapi dari Ponorogo melakukan sosialisasi mengenai ular kepada warga Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Senin (29/4/2024).

Anggota Volcano Merapi mengajarkan berbagai jenis ular dan juga melakukan edukasi mana ular berbisa maupun ular tidak berbisa.

Tidak hanya itu, warga juga diajarkan untuk tidak membunuh ular, melainkan menangkap dan memindahkan ular ke habitat aslinya di alam.

Tim Volcano Merapi melakukan edukasi menangkap ular yang sudah terlanjur masuk ke dalam rumah dengan cara aman dan juga tidak membunuh ular tersebut. 

Ular sanca sepanjang 2 meter langsung dijadikan bahan praktik untuk dijinakkan dan ditangkap.

Ada berbagai teknik, mulai dari membuat ular lelah sampai membuat ular lengah.

“Karena ini musim pancaroba, banyak ular muncul. Kami lakukan sosialisasi ini agar warga tetap aman dan tidak membunuh ular,” ungkap Relawan Volcano Merapi, Sofyan.

Ular keluar ketika peralihan musim tersebut ada banyak ular yang mencari mangsa hingga menyasar ke lingkungan warga.

“Banyak warga memilih untuk membunuh ular yang memasuki lingkunganya. Sebenanrnya membunuh ular, dapat memutus rantai makanan yang membuat suatu populasi sperti tikus menjadi meledak,” tegasnya.

Warga diberikan edukasi, mana ular berbisa mana bukan.

Lantaran jika tidak memgetahui mana ular berbisa maupun tidak tentu berbahaya.

“Untuk itu agar semua aman, tidak terjadi korban, karena biar bagaimanapun kalau sudah terjadi gigitan auatupun korban, maka akan menjadi bencana sosial,” tegasnya.

Salah satu warga, Ersa Syifa’ul Fadilah, mengatakan bahwa didesanya memang banyak sekali ditemukan ular liar, terlebih masuk pancaroba.

“Banyak sekali kejadian yang mana ular itu masuk ke lingkungan warga. Edukasi ini sangat membantu,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved