Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Malang Raya

Puskesmas Cisadea Kota Malang Digadang-gadang Jadi Percontohan Puskesmas Terbaik

Gedung baru Puskesmas Cisadea ini digadang-gadang menjadi representasi bangunan Puskesmas yang direkomendasikan oleh Kemenkes dan PUPR RI

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mendapat keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif 

“Kami telah bergerak, kami laporkan pada 29-30 dan 6 Mei akan lakukan screening pada seluruh pegawai di Pemkot Malang,” katanya.

Petugas dari Puskesmas, termasuk Puskesmas Cisadea akan membantu screening para pegawai di Pemkot Malang.

Dinas Kesehatan akan membuka tiga tempat untuk pemeriksaan yakni di mini block office, Jl Bingkil, dan Kantor Dinkes.

Ada sekitar 10 ribu pegawai yang akan diperiksa.

“Terutama penyakit tidak menular menduduki peringkat atas dibanding penyakit menular. Begitu juga Puskesmas Cisadea. 16 Puskesmas yang ada, sudah ada pengelolaan penyakit kronis. Pemerintah lewat Rakernas kemarin, memprioritaskan lima penanganan penyakit yang mempunyai biaya besar di dalam perawatannya. Pertama kanker. Kami sudah melakukan ini, terutama di semua puskesmas. Terutama deteksi dini kanker leher rahim. Kami juga kerjasama dengan PKK untuk bisa deteksi dini,” kata Husnul.

Lalu ada deteksi dini kanker payudara. Dengan transformasi kesehatan, semua Puskesmas bisa melakukan deteksi awal.

Deteksi jantung di setiap puskesmas juga ada. Kemudian juga USG yang tidak sekadar kehamilan, tapi juga memantau CA Serviks.

“Sehingga nanti semua Puskesmas bisa melakukan screening lima penyakit tidak menular,” terang Husnul.

Lima penyakit tidak menular itu adalah kanker, stroke, jantung, kegagalan organ ginjal dan Kesehatan ibu dan anak.

Husnul mengatakan, Kesehatan ibu dan anak berperan penting menentukan generasi emas di Indonesia.

Pemkot Malang telah mengupayakan penekanan angka stunting agar tidak mengganggu regenerasi yang lebih baik

“Persentase stunting 17,3 persen. Provinsi Jatim ada di 17,9. Ini tentu membutuhkan sinergitas kepada semua kesehatan ibu dan anak, terutama penurunan stunting. Dari 57 Kelurahan, 16 Puskesmas, akan kami beri penghargaan kepada mereka yang berhasil menurunkan Stunting,” kata Husnul.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved