SURYA Kampus

Cerita Tata Wijayanta Rela Tunggu 10 Tahun Demi Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM Bareng Istri

Inilah cerita menarik di balik pengukuhan dua Guru Besar UGM Yogyakarta, Selasa (23/4/2024) lalu. Tata Wijayanta rela tunggu 10 tahun

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
UGM
Tata Wijayanta dan Sri Rahayu, pasangan suami istri yang dikukuhkan jadi Guru Besar UGM Yogyakarta 

SURYA.CO.ID - Ada kisah menarik di balik pengukuhan dua Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (23/4/2024) lalu.

Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri), Tata Wijayanta dari Fakultas Hukum dan Sri Rahayu dari Fakultas Kehutanan UGM.

Sebab, pengukuhan keduanya dilakukan tepat di hari ulang tahun Sri Rahayu ke-59.

Bukan hanya itu, ternyata momen pengukuhan itu sudah ditunggu Tata selama 10 tahun.

Tunggu 10 Tahun

Selama kurun waktu itu, pihak Dekanat UGM selalu mengingatkan dirinya untuk segera melaksanakan pidato pengukuhan.

Namun, Tata tetap sabar menunggu hingga sang istri mendapat gelar Profesor.

"Saya bersyukur, pada hari ini pidato ini dapat saya lakukan," jelasnya, dikutip dari laman UGM, Jumat (26/4/2024).

Kepada sang istri, Tata menyampaikan ucapan terima kasih karena selalu memberikan dukungan moril dengan pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya sehingga ia bisa mendapat gelar Guru Besar.

Baca juga: Kisah Adi Latif Lepas Gaji Fantastis di Korea Demi Bangun Kampung Halaman, Kini Jadi Petani Sukses

Pada kesempatan itu, Prof. Tata juga sempat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada istri tercintanya.

"Tentunya secara khusus juga saya ucapkan pada momen yang sangat berbahagia ini, Selamat Ulang Tahun, sehat, sukses, dan selalu bermanfaat bagi sesamanya," ucapnya, saat memberikan pidato pengukuhan yang berjudul Balai Harta Peninggalan sebagai Kurator Publik dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Kepailitan: Peluang dan Tantangan.

Di ujung pidato pengukuhannya, Prof. Tata mengatakan meraih jabatan Guru Besar merupakan proses yang panjang.

Jabatan ini bukan hanya capaian akademik, namun juga refleksi atas perjuangan yang tidak terwujud tanpa bantuan dan pengorbanan banyak pihak, termasuk dari dukungan istrinya.

Selanjutnya, pada pidato pengukuhan Prof. Sri Rahayu menyampaikan pidato pengukuhan tentang peran patologi hutan di tengah perubahan iklim global.

Menurut Sri, terdapat ratusan jenis patogen yang berinteraksi dengan ekosistem hutan tanaman.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved