Anak Buah Prabowo yang Ditunjuk Jadi Pendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2014, Geser Emil Dardak
Partai Gerindra mengusulkan beberapa kader internal untuk dampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Partai Gerindra mengusulkan beberapa kader internal untuk dampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.
Siapa saja anak buah Prabowo Subianto yang direncanakan menggeser Emil Dardak wakil Gubernur Jatim sebelumnya itu? Berikut ulasannya.
Diketahui, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019 - 2024.
Pada Pilgub 2024 nanti, Partai Gerindra telah mengusulkan sejumlah nama alternatif untuk menggantikan posisi Emil Dardak.
Terkait rencana tersebut, Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menjawab secara diplomatis bahwa memiliki banyak kader di kursi legislatif hasil Pemilu 2024.
Baik mereka yang terpilih di jenjang DPRD provinsi Jawa Timur maupun DPR RI.
Di tingkat DPR RI, ada nama musisi nasional Ahmad Dhani, pengusaha Bambang Haryo Soekartono, Imron Amin, hingga Anwar Sadad sendiri.
"Ada 14 orang anggota DPR RI, 21 Anggota DPRD Provinsi, atau bahkan 218 anggota DPRD Kabupaten/kota. Silakan saja Bu Khofifah memilih," kata Gus Sadad.
Walaupun demikian, usulan dari Gerindra tidak menjadi harga mati yang harus disetujui seluruh partai koalisi.
Sebaliknya, Gerindra akan mementingkan hasil pembicaraan yang mengakomodasi seluruh kepentingan mitra koalisi.
Sebagaimana diketahui, para partai koalisi juga turut mengusulkan sejumlah kader internal untuk menempati posisi Wakil Gubernur pendamping Khofifah.
Misalnya, Demokrat yang mengusulkan Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak serta Golkar yang turut mendengungkan nama Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji.
"Partai Gerindra tidak menjadikan target politik jabatan sebagai sesuatu yang fokus. Namun, bagaimana menjalin komunikasi kepada semua elemen masyarakat," tandas Gus Sadad kembali diplomatis.
Arahan Prabowo Subianto
Rencana Gerindra mengusung kader internal pada Pilkada tingkat kabupaten/kota maupun Pilgub sesuai dengan arahan Ketua Umum Gerinda Prabowo Subianto.
"Ada perhatian dari Ketua Umum, supaya pada Pilkada nanti banyak mengusung kader internal," kata Anwar Sadad.
DPP Gerindra telah menitipkan harapan kepada kader untuk mulai menatap optimis peluang di Pilkada.
Apalagi, Gerindra memiliki hasil positif di Pemilihan Legislatif pasca naiknya jatah kursi dari 15 kursi menjadi 21 kursi di DPRD Jawa Timur.
Dengan perolehan kursi sebanyak itu, Gerindra menjadi partai dengan kursi terbanyak dibandingkan partai lain dalam poros Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Khofifah Indar Parawansa saat ini.
"Di legislatif, Gerindra sudah sangat terlatih. Di empat edisi pemilu, grafik kenaikan kursi selalu naik, termasuk di Jawa Timur. Artinya, kita pada posisi sudah bisa meyakinkan pemilih untuk menitipkan harapan perjuangan di legislatif," tandasnya.
"Sehingga, sudah waktunya bagi kader-kader Gerindra untuk tidak hanya berkiprah di legislatif. Namun, sekarang sudah saatnya untuk mulai masuk di eksekutif (kepala daerah)," kata Anggota DPRD Jatim empat periode ini.
PDIP Juga Siapkan Kader
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai merecoki Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur.
Emil Dardak disebut-sebut calon paling berpeluang mendampingi Khofifah Indar Parawansa.
Apalagi suami Arumi Bachsin merupakan wakil Khofifah Indar Parawansa periode lalu.
Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan, partainya memiliki banyak stok kader sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa.
Namun kader PDIP akan diajukan setelah adanya titik temu dengan Indar Parawansa.
"Jika nanti kami berbicara dengan para partai politik dan mbakyu Khofifah ada titik temu, maka stok kami untuk calon wakil gubernur yah banyak," kata Said, Selasa (9/4/2024).
Proses penentuan nama kader PDIP yang akan diusung dilakukan melalui mekanisme berjenjang.
PDIP akan terlebih dahulu melakukan penjaringan.
Kemudian nama-nama yang dipilih akan dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
"Kan tidak semudah kemudian si A, si B. Berpartai tidak seperti itu di PDIP," ujarnya.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengakui sudah bertemu dengan Khofifah.
"Saya menemui dengan ihtiram, dengan hormat Ibu Khofifah karena kami respek kepada Ibu Khofifah dan pembicaraan kami sangat cair, sangat lancar dengan Ibu Khofifah," ucap Said.
Said mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya membahas banyak hal dengan Khofifah, mulai dari ekonomi nasional hingga kondisi geopolitik.
"Itu kami bahas dengan lancar dan nyaman dengan Mbak Khofifah," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, dia juga bertanya apa kira-kira langkah yang akan diambil Khofifah dalam lima tahun ke depan.
"Begitupun sebaliknya, mbakyu memandang PDIP seperti apa. Karena kami pingin berpartner dengan Ibu Khofifah," ucap Said.
Namun, dia menjelaskan bahwa belum ada ikatan apapun antara PDIP dengan Khofifah terkait Pilgub 2024.
Sebab, Said menuturkan, PDIP menyadari Khofifah telah direkomendasikan Partai Demokrat, Gerindra, Golkar, dan PAN.
"Maka kami pun akan berbicara dengan Golkar, Gerindra, dengan PAN, dengan Demokrat. Itu akan kami ajak bicara termasuk dengan kawan seiring kami PPP," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Anak Buah Prabowo Disiapkan Dampingi Khofifah, Emil Dardak Terancam Tak Dapat Jatah Pilgub Jatim
Rencana Aksi Demo Turunkan Gubernur, Waketum Golkar Jatim Siap Kawal Kepemimpinan Khofifah-Emil |
![]() |
---|
Gubernur Khofifah Beri Bantuan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan Rusak di Desa Bago Tulungagung |
![]() |
---|
Soal Isu Demo Turunkan Gubernur 3 September 2025, Kadin Jatim 'Pasang Badan' Bela Khofifah |
![]() |
---|
Rekam Jejak Jaja Mihardja 'Apaan Tuh' yang Dapat Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Genjot Pasar Murah, Gubernur Khofifah : Stok Beras SPHP Cukup |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.