Minggu, 10 Mei 2026

Berita Lamongan

Ini Arah Pembangunan Lamongan Tahun 2025 - 2045 Menuju Indonesia Emas

Bupati Yuhronur menyebut ada dua puluh isu strategis yang harus diperhatikan dalam rancangan RPJPD Kabupaten Lamongan 2025-2045

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hanif Manshuri
Hasil Musrenbang RKPD dan RPJP telah ditandatangani sebagai arah pembangunan Lamongan menuju Indonesia emas. Hanif Manshuri 

SURYA.co.id , LAMONGAN - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025 dan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Tahun 2025-2045 Kabupaten Lamongan sudah digelar 

"Musrenbang diselenggarakan. Dan hasil l Musrenbang RKPd dan  RPJP itulah yang akan i dijadikan pondasi konsep pembangunan berkelanjutan Lamongan  untuk menyongsong Indonesia emas," ungkap Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo saat ditanya hasil Musrenbang RKPD dan RPJP melalui sambungan teleponnya, Kamis (11/4/2024) 

Tidak hanya menciptakan kejayaan Lamongan yang berkeadilan, melainkan juga berkontribusi dalam mewujudkan program nasional Indonesia emas 2045,” 

Sugeng mengungkap Bupati Yuhronur menyebut ada dua puluh isu strategis yang harus diperhatikan dalam rancangan RPJPD Kabupaten Lamongan 2025-2045. Antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

Kemudian pemenuhan kualitas kesehatan, jaminan kesejahteraan dan perlindungan sosial, pembangunan daya saing pemuda, pariwisata, infrastruktur, dan lainnya. Isu strategis tersebut harus dituntaskan sehingga mampu merealisasikan visi maju, harmonis, dan berkelanjutan.

Ada dua puluh isu yang menjadi perhatian bupati, ditambah   tujuh indikator sasaran yang harus diwujudkan yakni pertumbuhan ekonomi, daya saing SDM, kapasitas penanganan bencana berkualitas, kualitas lingkungan hidup semakin baik, tingkat kemiskinan dan tingkat ketimpangan berkurang, serta daya saing yang terus meningkat

Sementara itu eksekutif juga telah menerima  pokok pikiran (Pokir) dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur.

Di dalamnya terdapat delapan preferensi yang meliputi bidang infrastruktur pembangunan tembok penahan tanah, pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi pertanian dan pemukiman, menanggulangi masalah banjir, penerangan jalan umum.

Soal kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dan sarana dan prasarana, pendidikan dengan membangun atau rehab gedung sekolah dan lainnya, ekonomi yakni peningkatan pengawasan dan pembinaan usaha mikro, memfasilitasi sisi manajemen pemasaran).

Kemudian pariwisata yaitu mengelola sarana dan prasarana tempat parker di lokasi wisata),  pertanian di dalamnya adalah pemberdayaan kelompok tani, ketersediaan pupuk subsidi dan alsintan modern, penanganan hama sawah, dan sosial yaitu, pengawasan penyaluran bantuan kepada masyarakat agar tepat sasaran.

Terkait transformasi pembangunan berkelanjutan di Lamongan akan terwujud jika ada sinergi yang kuat dari seluruh kalangan mulai pemerintah, stakeholder, akademisi, hingga masyarakat.

Contoh dari tranformasi Lamongan ialah aktivasi Lapangan Gajah Mada, operasional ring road utara Lamongan, pembangunan flyover ring road selatan, dan lainnya.

Kabupaten Lamongan harus dengan sungguh menyusun rencana aksi pembangunan dalam musrenbang. Terlebih Lamongan menjadi bagian dari daerah Gerbangkertosusila plus di Jawa Timur.

Daerah sebagai pusat utama rencana pengembangan kawasan industri, sentra investasi yang bersifat capital intensity  dan memerlukan SDM yang berkualitas tinggi.

Diungkapkan  Kepala Bappelitbangda Kabupaten Lamongan,  Sujarwo, bahwa  dalam musrenbang ini menghasilkan usulan dalam SIPD RI sebanyak 12.855 usulan. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved