Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Cara Mudah Desain Sajadah Anak Universitas Ciputra - Bungurasih Handmade Lakukan Ini

Dosen Program Studi Fashion Product Design and Business UC (FPD) mengadakan pelatihan menjahit produk fesyen bertema religi islami. 

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto
surya.co.id/istimewa
Tim dosen Universitas Ciputra saat mengajarkan cara membuat sajadah anak-anak pada ibu-ibu Kelompok Usaha Bungurasih Handmade 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Produk musiman kerap mendulang untung yang bisa menjadi perputaran usaha bagi kelompok usaha kecil. Termasuk produk usaha fesyen religi yang ramai diburu saat ramadan dan hari besar Islam.

Louisa Christine Hartanto, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UC bersama Soelistyowati, Dosen Program Studi Fashion Product Design and Business UC (FPD) mengadakan pelatihan menjahit produk fesyen bertema religi islami. 

Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kemapuan Kelompok Usaha Bungurasih Handmade

“Bulan Ramadan bulan penuh berkah hendaknya d iisi dengan kegiatan yang penuh manfaat. Kali Iini saya dan Bu Soelistyowati berkolaborasi melatih Kelompok Usaha Bungurasih Handmade membuat sajadah anak dengan motif lucu dan paduan warna yang menarik. Tujuannya supaya penjualan bisa meningkat. Apalagi momennya pas juga ya, ini bulan Rahmadan,” terang Louisa, Minggu (7/4/2024) 

Pelatihan yang digelar selama tiga kali pertemuan ini berfokus pada pemanfaatan kain perca sebagai motif dan hiasan pada sajadah anak.

Soelistyowati menjelaskan selama kegiatan ini, para pengrajin dikenalkan pembuatan pola, proses menjahit, dan evaluasi hasil produk. 

Peserta juga diajarkan cara memadu padankan warna kain perca dengan warna bahan kain dasar yang digunakan sebagai produk sajadah anak. 

“Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota Kelompok Usaha Bungurasih Homemade. Jadi proses pelatihan tidak ada kesulitan karena mereka sudah punya dasar kemampuan menjahit. Hanya saja Ibu-Ibu peserta ini perlu diasah kemampuan dalam padu-padan warna sehingga tapilan akhirnya menarik secara warna dan bentuk aplikasi kain perca-nya sebagai hiasan,"tambah Soelistyowati..

Tim ini juga dibantu lima mahasiswa FPD untuk mendampingi pesersta dalam proses produksi agar saat memotong pola dilakukan dengan tepat sehingga bisa memaksimalkan bahan dan banyak kain yang terbuang.

“Kepala Desa Bungurasih mendukung kegiatan ini. Selain warganya mendapat tambahan ilmu dan keterampiran, kelompok usaha Bungurasih Handmade ini juga mendapatkan tambahan 3 buah mesin jahit yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi yang ada. Dari awal memiliki 5 mesin, kini kelompok usaha tersebut memiliki 8 mesin jahit yang dapat menunjang proses produksi,” terangnya.  

Tim dosen ini berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat meningkatkan kemampuan menjahit yang dimiliki, serta dapat menghasilkan varian produk yang baru sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan atau ekonomi bagi kelompok usaha Bungurasih.

Deka salah satu peserta mengaku senang bisa mendapatkan tambahan ilmu menjahit produk yang bisa digunakan untuk orang, juga bisa bikin sajadah sendiri untuk cucu pada lebaran nanti.

Sajadah anak yang dibandrol Rp.40.000 – Rp. 60.000 ini sudah dipasarkan melalui salah satu marketplace dan melaui usaha ibu-ibu PKK Desa Bungurasih. 

 Tim dosen Universitas Ciputra saat mengajarkan cara membuat sajadah anak-anak pada ibu-ibu Kelompok Usaha Bungurasih Handmade

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved