Mudik Lebaran 2024

Kisah Anak Logam di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi : Menantang Dalamnya Laut Demi Uang Receh

Semakin banyak logam yang dilempar, semakin ceria para bocah-bocah. Dengan cekatan, mereka berenang ke sana ke mari tanpa rasa letih.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Anak logam di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (6/4/2024). 

Ia dan teman-temannya dapat mengantongi uang puluhan ribu setiap harinya dari aksi-aksi berbahaya itu.

"Lumayan, buat tambah uang jajan," kata Indra.

Sebagai anak logam, Indra punya skil cukup baik dalam berenang.

Tak jarang, ia dan teman-temannya harus menyelam beberapa meter untuk mengejar uang logam yang dilempar penumpang.

Terkadang, ada saja uang logam yang tak terkejar hingga tenggelam ke dasar laut di dermaga.

"Ini dalamnya sekitar tujuh sampai delapan meter. Kalau mau ambil recehan yang di dasar, harus pakai alat bantu," ujarnya.

Anak logam di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (6/4/2024).
Anak logam di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (6/4/2024). (surya.co.id/aflahul abidin)

Indra dan mayoritas temannya sudah bertahun-tahun menjadi anak logam. Maka tak heran, mereka bisa berenang dengan lihai.

"Saya sudah sejak SD jadi anak logam," aku Indra.

Apa yang Indra dan anak logam lainnya lakukan memang terlihat menghibur. Namun sebenarnya, aksi mereka cukup berbahaya.

Sukma, salah satu warga Kecamatan Kalipuro yang biasa berkunjung ke Pelabuhan Ketapang, mengatakan, aksi anak logam sudah berlangsung puluhan tahun.

"Dari dulu sudah ada. Barangkali sejak adanya pelabuhan di sini," kata Sukma.

Aksi para anak logam, kata dia, memang menjadi salah satu pertunjukan yang menghibur penumpang.

"Tapi sangat bahaya. Beberapa kali ada kasus anak logam yang meninggal karena terhisap mesin kapal dan sebagainya," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved