Bermula dari Jeritan Minta Tolong Arwah Iwan Casis TNI yang Dibunuh Serda Adan
Arwah Iwan Sutrisman Telaumbanua (21) mendatangi sang paman dalam mimpi. Dari sanalah pembunuhan itu terungkap.
"Saya yakinkan tidak ada anggota TNI lain yang terlibat dalam kasus ini selain Serda Ardan Aryan Marsal," kata dia didampingi Komandan Polisi Militer (Danpom) Lantamal II Padang Letkol Laut (PM) Yasir Fadly Dayan.
Hal tersebut ditegaskan menyusul adanya informasi bahwa Serda Adan akan membantu meloloskan korban (Iwan Sutrisman Telaumbanua) menjadi anggota TNI melalui bantuan om/paman pelaku yang juga anggota TNI, serta prajurit lain berpangkat kapten di Kota Sawahlunto.
Namun, setelah Danpom Lantamal II Padang melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap pelaku, ditemukan fakta bahwa Serda Adan berbohong dan menipu korban bersama keluarga yang sebelumnya telah mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.
"Jadi itu bohong semua, murni penipuan. Tidak ada pamannya yang angkatan laut," kata Danpom Lantamal II Padang Letkol Laut (PM) Yasir Fadly Dayan.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan dalam kasus tersebut sama sekali tidak ada keterlibatan anggota TNI yang lain.
Danlantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Syufenri mengatakan kasus dugaan pembunuhan yang menjerat seorang oknum TNI AL aktif, dengan modus bisa meloloskan seseorang menjadi prajurit merupakan langkah yang salah dan harus dipahami masyarakat.
Syufenri menegaskan pihak yang ingin masuk TNI namun dengan cara yang salah misalnya mencoba menyuap seorang prajurit, maka bisa berakibat fatal seperti yang menimpa Iwan Sutrisman.
"Yang coba atau ingin masuk TNI AL menggunakan uang dan mendekati salah satu prajurit bisa berakibat fatal," kata dia.
Danlatamal pun menyampaikan kasus kematian Iwan Sutrisman harus menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa untuk menjadi anggota TNI sama sekali tidak dipungut biaya dan lulus sesuai dengan nilai akademik pelamar.
Kasus tragis pembunuhan ini terkuak setelah keluarga korban melapor ke Denpom Lanal Nias atas hilangnya kontak dengan Iwan Sutrisman Telaumbanua setelah berangkat bersama Serda Adan ke Padang untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AL gelombang kedua Tahun 2022.
Kini terungkap, Serda Adan bersama seorang warga sipil bernama Muhammad Alfin Andrian bekerja sama menghilangkan nyawa Iwan Sutrisman Telaumbanua di Kota Sawahlunto pada 24 Desember 2022.
Alasan Serda Adan nekat membunuh Iwan Sutrisman
Iwan Sutrisman Telaumbanua merupakan calon siswa (casis) Bintara TNI AL asal Nias, Sumatra Utara.
Dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 24 Desember 2022 tersebut, dua orang pelakunya telah ditahan dan menjadi tersangka. Kedua tersangka ialah Serda Adan Aryan Marsal dan Muhammad Alfin Andrian atau ALV (22).
Serda Adan Aryan Marsal merupakan anggota Polisi Militer Pangkalan TNI AL (lanal) Nias.
Sementara, Muhammad Alvian Andrian adalah warga Solok, Sumatera Barat.
Casis TNI Dibunuh
Iwan Sutrisman Telaumbanua
Serda Adan Aryan Marsal
TNI AL
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Ingatkan Bahaya Narkoba Jenis Baru, Mahasiswa Fisip Ubhara Gelar Seminar untuk Pelajar |
|
|---|
| Alasan Jokowi Tak Hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Kontras dengan SBY dan Megawati |
|
|---|
| Persebaya Sat Set, Ini Alasan Rivera Pilih Setia Hingga 3 Musim Kedepan |
|
|---|
| Kejanggalan Meninggalnya Pecatan Polisi Anton Kurniawan di Penjara, Keluarga dan Ditjen Pas Beda |
|
|---|
| Vesak Festival 2026 di Surabaya, Waisak Dipadukan Budaya dan Spiritualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Foto-kolase-tangis-kesedihan-keluarga-Iwan-casis-TNI-korban-Serda-Adan.jpg)