Pilpres 2024

Sosok Ray Rangkuti yang Sebut Nasdem, PKB dan PKS Tak Layak Diajak Koalisi Prabowo, Beda Dengan PDIP

Pengamat politik Ray Rangkuti menolai Nasdem, PKB dan PKS tak layak masuk istana saat Prabowo jadi presiden.

Editor: Musahadah
kolase tribunnews
Ray Rangkuti, pengamat politik yang menilai Nasdem, PKB dan PKS tak layak masuk istana saat Prabowo presiden. 

Menurut Ray, Prabowo harus menghormati jalan politik yang sudah ditempuh kala menjadi rivalnya di Pilpres.

"Seharusnya Pak Prabowo juga tidak mengajak untuk menghormati posisi mereka sebagai posisi yang berbeda," kata Ray.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo mengaku membujuk Ketua Umum NasDem, Surya Paloh untuk bergabung ke pemerintahannya.

Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Gerindra mendatangi langsung NasDem Tower, Jakarta Pusat pada Jumat (22/3/2024).

Paloh memang menjadi rival yang pertama mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai presiden terpilih pascapengumuman rekapitulasi KPU pada Rabu (20/3/2024) malam.

"Hari ini saya datang ke keluarga besar NasDem, untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas ucapan selamat yang disampaikan oleh Ketua Umum partai NasDem," ucap Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.

"Ketua umum partai NasDem Pak Surya Paloh langsung mengucapkan selamat dan untuk menghormati ucapan tersebut saya datang dan terima ini di markas besar partai NasDem," lanjutnya.

Prabowo mengaku sudah lama mengenal Surya Paloh. Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengakui memang beberapa kali mengalami perbedaan pendapat dengan Paloh.

"Saya kenal beliau, sahabat lama. Dulu biasa sebagai anak muda punya sikap-sikap yang keras, beliau juga keras saya juga sama, tapi dengan tambah usia, kita seharusnya tambah arif semakin arif," katanya.

Prabowo lalu menjawab pertanyaan awak media apakah sempat mengajak Surya Paloh bergabung ke dalam koalisi Indonesia maju.

Terkait hal ini, ia mengakui pihaknya sempat mengajak NasDem untuk bergabung.

"Saya selalu menawari, saya selaku mengajak. Benarkan?" tutupnya.

Paloh pun menanggapi ajakannya dengan menyebutkan pertimbangannya saat itu.

Menurutnya, dia punya kemungkinan 50 persen untuk ikut ke barisan Prabowo.

"Itu fifty fifty possibilitynya," kata Paloh pada kesempatan yang sama.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved