Selasa, 14 April 2026

Berita Banyuwangi

Festival Patrol dan Kundaran Semarakkan Ramadhan di Banyuwangi

Festival Patrol dan Kundaran semarakkan malam Ramadhan di Banyuwangi, tradisi khas masyarakat bumi Blambangan dalam mengisi malam-malam di bulan puasa

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Festival Patrol dan Kundaran semarakkan malam Ramadhan di Banyuwangi 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Festival Patrol dan Kundaran semarakkan malam Ramadhan di Banyuwangi. Keduanya merupakan tradisi khas masyarakat bumi Blambangan dalam mengisi malam-malam di bulan puasa tersebut.

"Tradisi Patrol telah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi. Melalui festival ini, kami berharap festival ini dapat memperkuat identitas lokal kita di tengah arus globalisasi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka Festival Budaya Ramadhan Patrol dan Kundaran di Stadion Diponegoro, Senin (25/3/2024) malam.

Patrol merupakan seni memainkan alat musik dari bambu. Musik ini biasanya dimainkan untuk membangunkan warga guna makan sahur pada dini hari bulan Ramadhan.

Seiring waktu, tradisi ini menjadi pertunjukkan yang senantiasa dinanti setiap bulan puasa.

Tak ayal banyak warga yang ingin menyaksikan Festival Patrol dan Kundaran tersebut.

Meski diguyur hujan, tak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikannya di sepanjang rute patrol yang diawali dari depan Stadion Diponegoro hingga ke Taman Blambangan itu.

Hal ini, menurut Bupati Ipuk, menjadi bukti masyarakat Banyuwangi bersemangat dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal khususnya Patrol dan Kundaran.

"Semangat ini menjadi bukti masyarakat Banyuwangi terus mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya lokal," puji Bupati Ipuk.

Festival Budaya Ramadhan melibatkan peserta dari 25 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan video patrol dan kundaran sebagai bagian dari proses seleksi. Sementara lima tim terbaik berkompetisi di babak final.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Taufiq Rahman menambahkan, kriteria penilaian patrol dan kundaran meliputi teknik atraksi, harmonisasi, penatar terbaik, tata busana terbaik dan vokal terbaik.

"Sementara untuk patrol penilaian juga didapatkan dari pawai yang dilakukan setelah penampilan," ujar Taufiq.

Dengan total 20 anggota dalam setiap kelompok kundaran dan 15 anggota dalam kelompok Patrol, lanjut Taufiq, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga perayaan.

"Festival ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya Patrol dan Kundaran sebagai bagian dari identitas Banyuwangi yang unik dan kaya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved