Rabu, 22 April 2026

Berita Kota Kediri

Kampung di Kota Kediri Ini Diperhitungkan di Jatim, Berkat Program KB dan Sukses Turunkan Stunting

Yuni mengatakan lomba kampung KB salah satu bentuk apresiasi dari Pemprov Jatim pada kampung KB yang sudah terbentuk.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menerima kunjungan lapangan dari Tim Penilai lomba Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kategori Kota se-Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). 


SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjadi salah satu dari 3 kota di Jawa Timur yang berhasil masuk dalam 3 besar pada lomba Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kategori Kota se-Jawa Timur.

Kegiatan lomba ini dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur.
Setelah melalui tahapan seleksi awal pada Februari, Kelurahan Tamanan menerima kunjungan lapangan dari Tim Penilai Provinsi, Jumat (15/3/2024).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri yang sekaligus Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Mandung Sulaksono menyambut kedatangan Tim Penilai Provinsi Jatim itu.

Mandung mengatakan, setelah melakukan beberapa kali evaluasi, Pemkot Kediri memutuskan mengirim Kelurahan Tamanan pada Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tahun 2024.

“Alhamdulillah Kelurahan Tamanan masuk dalam 3 besar. Mudah-mudahan dari penilaian ini, kita mendapatkan hasil yang diharapkan, yaitu Juara 1 tingkat Provinsi. Kita satu kekuatan, Insya Allah nanti bisa berangkat ke tingkat nasional,” harap Mandung.

Mandung mengatakan, Kota Kediri siap menerima evaluasi dari tim penilai dalam meningkatkan semangat dan komitmen terhadap kampung KB. Sehingga yang saat ini diperjuangkan Pemkot Kediri, salah satunya dalam penurunan kasus stunting dengan langkah cepat akan bisa teratasi.

Hal itu dibuktikan dengan penurunan jumlah kasus stunting di Kota Kediri. Pada 2022 ada 941 kasus bayi stunting, dan akhir 2023 mengalami penurunan 170 bayi stunting.

Melalui upaya-upaya tersebut, saat ini 26 dari 46 kelurahan di Kota Kediri sudah zero stunting. “Kita masih harus terus bekerja keras untuk menyelesaikan sisa balita di Kota Kediri yang masih dalam kategori stunting. Insya Allah dengan 46 kampung KB di Kota Kediri, kedepannya generasi emas 2045 bisa kita wujudkan,” ungkapnya.

Selain mengentaskan stunting, Pemkot Kediri saat ini juga berupaya agar anak-anak di Kota Kediri memiliki kartu indentitas anak (KIA) dan memasyarakatkan identitas kependudukan digital.

Mandung juga menjelaskan singkat beberapa lokus penilaian seperti Posyandu Balita, remaja hingga lansia, Posyandu Jiwa, Rumah Data, KIM, PKK, BKR, Bina Keluarga Balita) dan beberapa pokja lainnya.

Sementara Ketua Tim Kunjungan Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yuni Dwi Tjadikiajanto sebelum memulai peninjauan menjelaskan tentang kampung KB dan menyampaikan harapan dengan adanya Lomba Kampung KB ini dapat mengoptimalkan jumlah kampung KB di seluruh Indonesia.

Yuni mengatakan lomba kampung KB salah satu bentuk apresiasi dari Pemprov Jatim pada kampung KB yang sudah terbentuk.

“Selain sebagai apresiasi, lomba kampung KB juga salah satu upaya kita dalam memberikan pembinaan agar kampung KB bisa lebih baik lagi, lebih meningkat lagi dan program-programnya baik program integrasi lintas sektor bisa berjalan dengan baik di semua kampung KB,” jelasnya.

Yuni berharap kegiatan kampung KB bisa berjalan dengan baik, keluarga-keluarga bisa menjadi lebih sejahtera, SDM di Indonesia khususnya di Jawa Timur bisa lebih meningkat dan kerjasama antar lintas sektor juga semakin baik.

Sementara Kepala Kelurahan Tamanan, Yahya Budiono mengaku bangga bisa menjadi perwakilan Kota Kediri dalam penilaian 3 besar Kampung KB se-Jawa Timur.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved