Berita Situbondo

Urai Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan Jangkar Situbondo, KSOP Lirik Rute Dari Celukan Bawang

Dikatakan, pihaknya memprediksi para santri yang akan melalui pelabuhan Jangkar mencapai sebanyak 5.000 orang.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono (izi hartono)
Kepala KSOP Panarukan, Herland Apriliyanto menggelar rakor bersama para pengurus pesantren di Situbondo dan Probolinggo. 


SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Penumpukan jumlah calon penumpang yang akan memakai jasa pelayaran saat mudik Lebaran, selalu menjadi masalah klasik. Di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo juga kerap mengalami situasi serupa sehingga menjadi perhatian serius Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan.

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang saat mudik Lebaran tahun 2024, KSOP akan melibatkan semua pihak di Pelabuhan Jangkar tersebut.

Di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dihub Kabupaten, BPTD XI Prvpinsi Jatim, camat, Satpolair, PT ASDPP Ketapang, Banyuwangi dan ASDP Jangkar bersama PT DDU Jangkar, TNI serta Polri.

Selain itu, rapat koordinasi yang berlangsung di lantai dua kantor Syahbandar Jangkar, Rabu (6/3/2024), juga melibatkan para pengurus pesantren di Situbondo dan Probolinggo. Ditambah perwakilan warga kepulauan yang merantau di Pulau Bali.

Kepala KSOP Panarukan, Herland Apriliyanto mengatakan, pihaknya bersama stakeholder, pengasuh pesantren dan pengguna jasa perkapalan membahas dan mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun 2024.

Menurut Herland, ada banyak kemungkinan yang terjadi pada saar arus mudik dan balik Lebaran tahun ini ke kepulauan di Madura.

Sehingga harus dicarikan solusi sebelum memasuki arus mudik dan balik tersebut. "Kita sudah menyiapkan pola, yang pertama adalah penambahan kapal dari ASDP dan Provinsi," ujar Herland.

Sedangkan pola lainnya, tambah Herland, adalah dengan memecah konsentrasi penumpang dengan dialihkan melalui Pelabuhan Celukan Bawang, Kabulaten Buleleng, Bali.

"Dan itu sudah disampaikan Kadis Perhubungan Sumenep melalui surat ke Bupati Buleleng dengan tembusan ke Provinsi Bali dan Kementrian," jelas Herland.

Saat ditanya adanya pemecahan melalui Bali masih akan menyisakan penumpukan penumpang, Herland mengatakan, keramaian selama arus mudik dipastikan ada, namun tetap diakomodir agar penyeberangan tetap berjalan lancar.

"Kita sudah menyiapkan itu, di antaranya ASDP dan Provinsi Jatim menyiapkan tambahan satu kapal serta operator kapal agar menambah tripnya. Yaitu trip empat kapal mudik reguler dan empat kapal mudik gratis," jelasnya.

Tak hanya itu, KSOP juga menyiapkan dua kapal bantuan untuk mengangkut para penumpang. "Dua kapal bantuan itu selalu siap kalau memang dibutuhkan," kata Herland.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Tehnil Kepelabuhanan UPT Penumpang Reguler Banyuwangi, Tri Wahyono mengatakan, pada mudik tahun 2024 ini pihaknya masih menyediakan tiga kapal namun kemungkinan akan ada penambahan kapal. "Tetapi itu semua masih kewenangan pihak ASDP untuk tambahan kapal itu," kata Wahyono.

Terkait pemulangan santri, Wahyono.mengatakan, sesuai harapan para pengurus pesantren agar pemulangan santri disingkronkan dengan jadwal mudik gratis.

"Itu kami fasilitasi dan disampaikan ke pimpinan, mudah-mudahan jadwal itu bisa dirubah sesuai kebutuhan santri itu," ujar Wahyono.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved