Berita Surabaya
Seminar di UT Surabaya: Perilaku Santun dalam Bermedsos Perlu Terus Digaungkan
Budaya penggunaan media sosial yang baik dan santun perlu terus digaungkan di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Budaya penggunaan media sosial (Medsos) yang baik dan santun perlu terus digaungkan di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat.
Hal ini menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, pembentukan kultur sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap perilaku di medsos.
Pembahasan ini mengemuka dalam Seminar Akademik bertajuk Membangun Budaya Santun Dalam Bermedia Sosial untuk Menjaga Keutuhan Bangsa yang digelar oleh Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Selasa (5/3/2024).
Ada dua pembicara yang hadir dalam diskusi daring ini, yakni Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan dan Guru Besar Pendidikan Matematika Prof Maximus Gorky Sembiring. Serta, dihadiri sekitar 1500 lebih peserta calon wisudawan UT Surabaya.
Dahlan Iskan dalam materinya memaparkan bagaimana pentingnya pembentukan kultur dalam kehidupan sehari-hari untuk perlahan menjadikan perilaku bermedsos yang baik. Di antara yang memiliki andil dalam pembentukan kultur adalah di sekolah melalui peran guru.
"Guru sekarang luar biasa pentingnya untuk menciptakan kultur ini. Karena, waktu anak yang terbanyak sekarang kan ada di sekolah," kata Dahlan yang mengikuti diskusi ini dari Riyadh Arab Saudi melalui sambungan zoom.
Dahlan percaya, hal ini bakal efektif membentuk kultur santun dalam bermedsos. Meski begitu, hal ini juga menjadi tantangan bagi guru untuk mulai beradaptasi baik dari metode dan cara penyampaian kepada murid. Peran guru dalam pembentukan kultur dalam setiap masa sangatlah penting.
Bullying belakangan banyak terjadi di media sosial. Dahlan mengaku ikut prihatin terhadap fenomena ini.
Disadari, bullying memang rentan terjadi di medsos lantaran komunikasi yang terbangun cenderung satu arah. Yakni, komunikasi yang tidak bisa melihat ekspresi lawan bicara.
Hal ini turut mempengaruhi, sehingga membully di medsos seolah tanpa beban. Kondisi ini berbeda jika komunikasi secara langsung dengan saling melihat ekspresi lawan bicara. Hal ini harus disadari bersama. Hal lain yang juga perlu dibangun adalah kultur mengucapkan pujian.
"Itu adalah cara yang terbaik untuk melawan bullying dan sikap tidak baik di medsos. Sehingga, menggalakkan pujian itu begitu pentingnya. Ini tentu harus digalakkan. Dengan demikian positivisme akan jadi lawan terbaik dari negativisme di medsos," ungkap salah satu tokoh pers tersebut.
Sementara itu, Prof Maximus Gorky Sembiring mengungkapkan, setiap individu punya peran untuk membangun perilaku baik di medsos dalam menjaga keutuhan bangsa.
"Kita harus membangun budaya sopan di medsos, untuk keutuhan bangsa dalam konteks Indonesia yang beragam," ujarnya.
Direktur UT Surabaya Dr Suparti mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar seminar dengan bahasan medsos seperti itu.
Sebab, UT Surabaya sadar sebagai perguruan tinggi harus memastikan lulusan yang dihasilkan harus sesuai dengan norma di masyarakat.
Berita Surabaya
UT Surabaya
media sosial
Dahlan Iskan
Prof Maximus Gorky Sembiring
Surabaya
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Direktur UT Surabaya Dr Suparti
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Seminar-Akademik-di-UT-Surabaya-secara-daring.jpg)