Rabu, 13 Mei 2026

Berita Surabaya

Stabilkan Harga Jelang Ramadan 2024, 280 Ton Beras Bulog Digelontor Lewat Pasar Murah di Surabaya

Untuk menstabilkan harga, Pemkot menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pasar hingga beberapa titik luar pasar di Surabaya.

Tayang:
surya.co.id/bobby constantine koloway
Suasana pasar murah di Surabaya. Pasar murah menjadi salah satu strategi Pemkot dalam menstabilkan harga. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Harga beras di Surabaya masih relatif tinggi sepekan menjelang Ramadaan.

Untuk menstabilkan harga, Pemkot menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pasar hingga beberapa titik luar pasar di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kota Surabaya bulan Februari 2024 masing-masing sebesar 0,45 persen dan sebesar 0,19 persen.

Meskipun naik, inflasi di Surabaya lebih rendah dibandingkan daerah lainnya seperti Kota Malang (0,50 persen), Banyuwangi (0,52 persen), hingga Sumenep (0,70 persen).

Masih dari data BPS, penyebab tingginya inflasi di Surabaya di antaranya karena harga beras (0,31 persen).

"Kenapa inflasi di Surabaya tinggi? Salah satunya karena harga beras itu," kata Wali Kota Eri di Surabaya, Senin (4/3/2024).

Berbeda dengan Februari, Wali Kota Eri mengungkapkan, saat ini stok beras di Surabaya melimpah.

Pihaknya baru saja mendapatkan guyuran 280 ton beras dari Bulog.

Rencananya, pihaknya akan menyalurkan beras tersebut kepada pasar hingga sejumlah titik melalui Pasar murah hingga GPM.

"Di Surabaya sudah mulai normal. Di semua pasar, disediakan beras murah, minyak, dan gula," katanya.

Untuk luar pasar, Pemkot Surabaya akan menyalurkan melalui gerakan di 322 titik. Masing-masing titik akan membawahi beberapa RW.

"Saat ini sedang diatur, apakah akan dibuat serentak atau giliran. Termasuk, apakah sepekan sekali, sepekan dua kali, atau dua pekan sekali. Nanti akan melihat kondisi harga," tandas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Ia mengakui, dalam waktu dekat ada sejumlah momentum yang menjadi atensi pihaknya. Di antaranya, Ramadhan dan Idul Fitri.

"Sehingga, kami siapkan sejumlah strategi untuk memastikan harga stabil sejak sebelum Ramadhan hingga awal Syawal nanti," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Selain beras, pihaknya juga akan berkoodinasi dalam penyediaan stok minyak, gula, hingga telur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved