Mudik Lebaran 2024

Mudik Lebaran 2024, Korlantas Polri Pastikan Jalur Darat dan Laut Aman, Ada 8 Poin Penting Ini

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan meninjau Jalur Tol Trans-Jawa mulai dari Jakarta hingga Tol Surabaya, Jatim

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/purwanto/luhur pambudi
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan (kiri) yang meninjau Jalur Tol Trans-Jawa mulai dari Jakarta hingga Tol Surabaya, Jatim, menjelang Operasi Ketupat 2024. Dan foto ilustrasi kemacetan lalu lintas di Kota Malang saat musim mudik Lebaran 2023 (kanan) 

Selain itu, penambahan gerbang tol satelit juga bakal diterapkan, sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan pada momen arus mudik dan balik.

Melalui siasat tersebut, Aan berharap, masyarakat atau pemudik untuk memastikan agar kuota kartu elektronik gerbang tol (e-toll) dalam keadaan terisi dan cukup.

Pasalnya, kendala yang terbilang sepele, yakni arus kendaraan tersendat gegara terdapat mobil yang kehabisan kuota e-toll, berpotensi menjadi pemicu kemacetan selama berlangsungnya arus mudik dan balik.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyiapkan e-toll. Dan, diimbau tertib lajur di gate tol," jelasnya.

3. Pastikan Kondisi Kendaraan Prima

Menurut Aan, alasan dirinya mengimbau pada aspek internal dalam pemudik; kondisi prima kendaraan, karena hal ini menjadi kendala utama dalam momen pelaksanaan liburan Natal dan pergantian tahun 2023-2024 kemarin.

Oleh karena itu, ia berharap, mulai pekan ini, masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kendaraan.

Agar dapat diantisipasi segala kemungkinan buruk yang berpotensi terjadi selama berkendara pada momen arus mudik dan balik.

"Diimbau masyarakat mempersiapkan kendaraan yang prima, di samping kesehatan, artinya kesehatan kita juga harus prima sehingga kita bisa menikmati arus mudik maupun balik di lebaran tahun 2024," ungkapnya.

4. Pembatasan Kendaraan Besar dan Berat

Bakal ada masa pembatasan kendaraan tertentu yang akan dilarang melintas di ruas jalan utama selama berlangsungnya momen lebaran 2024.

Seperti kendaraan berat yang tidak memiliki urgensi kepentingan logistik, kesehatan, pangan dan distribusi energi.

Hal tersebut dimaksudkan agar beban jalan yang sudah dibebani volume kendaraan pemudik, makin diperparah dengan adanya kendaraan berat tersebut.

"Kemudian melihat simulasi yang sudah kita lakukan yang mengharuskan kita melakukan intervensi terhadap pengelolaan arus lalu lintas di tol, terutama kita akan melakukan beberapa pembatasan," jelasnya.

5. Penambahan Ruas Jalan

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved