Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

PT Gagas Energi Indonesia Gandeng Blue Bird Manfaatkan BBG untuk BBM Taksi

PT Gagas Energi Indonesia atau Gagas selaku bagian dari Subholding Gas Pertamina terus memberikan layanan GasKu

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ist
Taksi Blue Bird yang menggunakan BBG lewat Gagas, sebagai bagian dari transformasi energi bersih. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Gagas Energi Indonesia atau Gagas selaku bagian dari Subholding Gas Pertamina terus memberikan layanan GasKu sebagai bahan bakar gas yang memiliki green performance.

"Kendaraan yang paling banyak menggunakan BBG saat ini adalah kendaraan umum sekitar 90 persen, seperti taksi, bajaj, angkot, dan Trans Jakarta," kata Muhammad Hardiansyah selaku Direktur Utama Gagas dalam talkshow BBG Sebagai Alternatif Energi Transisi di IIMS 2024, (23/2/2024).

Jenis kendaraan tersebut mendapat benefit paling besar yakni dari sisi efisiensi biaya bahan bakar.

Kenapa penghematan paling besar bisa dirasakan oleh 90 persen kendaraan tersebut, karena jumlah kilometer per harinya paling banyak.

"Saat ini harga BBG itu hanya Rp 4.500 rupiah jadi ada penghematan sekitar 55 persen," tambah Hardiansyah.

Saat ini dan kedepan, Gagas terus mengembangkan infrastrukur bahan bakar gas, untuk mendukung pemenuhan energi yang ramah lingkungan untuk mencapai NZE tahun 2060.

Salah satunya pengurangan emisi dari kendaraan bermotor, dimana emisinya sekitar 25-35 persen lebih rendah.

Komitmen Gagas dalam menyediakan alternatif energi rendah sejalan dengan komitmen Blue Bird selaku perusahaan taksi yang telah memakai BBG.

Blue Bird sejak lama mempunyai komitmen panjang untuk berkontribusi terhadap lingkungan.

Tepatnya sejak 2017, Blue bird mempunyai inisiatif untuk memakai BBG pada armadanya.

Selain itu, Blue Bird memiliki komitmen berkelanjutan 'Blue Bird 5030' yaitu mengurangi 50 persen emisi sampai tahun 2030.

"Yang kami fokuskan adalah perbaikan lingkungan, karena dampak terhadap lingkungan cukup besar. Dari emisi yang keluar dari pemakaian gas dibandingkan kendaraan biasa sekitar 60 persen (lebih rendah), karena karbon lebih sedikit dan polutan lain berkurang, sehingga lebih ramah lingkungan,” tambah Astu Rahindo, VP Teknik Blue Bird Group.

Saat ini sudah terpasang 3.200 armada Blue Bird yang memakai BBG atau sekitar 25 persen dari total armada yang dimiliki oleh Blue Bird.

Mereka juga menggunakan teknologi paling baik untuk dual fuel atau switch dari bbm ke gas, sehingga lebih fleksibel.

Jika memakai gas, pembakaran juga lebih baik karena oktannya lebih tinggi. Kemudian mengenai keamanan, armada Blue Bird sudah dilengkapi dengan perlengkapan safety yang sangat baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved