Sabtu, 18 April 2026

Berita Surabaya

Jelang Ramadan Harga Sembako Melonjak, Pemkot Surabaya Gencarkan Gerakan Pasar Murah

Kurang dari sebulan jelang bulan Ramadan, sejumlah harga sembako di Surabaya mengalami kenaikan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar bertajuk Gerakan Pasar Murah untuk menekan harga bahan pokok uang melonjak beberapa waktu terakhir. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kurang dari sebulan jelang bulan Ramadan, sejumlah harga sembako mengalami kenaikan. Untuk menstabilkan harga, sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Berdasarkan pantauan sejumlah pasar di Surabaya, harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kota Surabaya tercatat di atas rata-rata Harga Eceran Tertinggi (HET).

Data Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Kota Surabaya menyebutkan, kenaikan tersebut terdapat pada sejumlah komoditas bahan pokok.

Di antaranya, beras premium Rp 16.071 per kilogram (kg) (HET Rp 13.900 per kg), beras IR 64 medium Bulog Rp 11.600 per kg (HET Rp 10.900 per kg), gula pasir lokal curah Rp 16.286 per kg (HET Rp 16.000 per kg) dan telur ayam horn Rp 27.214 per kg (HET Rp 27.000 per kg).

Kenaikan lebih tajam terdapat pada jagung dan berbagai pangan biji-bijian. Di antaranya, jagung pipilan kering jenis kecil mencapai Rp 12.167 per kg (HET Rp 5.000 per kg), jagung pipilan kering jenis besar Rp 11.143 per kg (HET Rp 5.000 per kg), kacang kedelai kualitas impor Rp 14.250 per kg (HET Rp 6.800 per kg) dan kacang kedelai kualitas lokal Rp 14.250 per kg (HET Rp 9.200 per kg).

Selain itu, cabai merah besar juga mencapai Rp 71.714 per kg (HET Rp 55.000 per kg), cabai merah keriting Rp 66.714 per kg (HET Rp 55.000 per kg), cabai rawit merah Rp 66.714 per kg (HET Rp 57.000 per kg), bawang putih jenis Sinco Rp 32.571 per kg (HET Rp 30.641 per kg) dan tomat Rp 18.143 per kg (HET Rp 10.538 per kg).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengungkapkan, kenaikan tersebut diakibatkan beberapa hal. Di antaranya, stok barang yang terus menurun akibat pasokan dari petani yang terhambat.

Penyebabnya, musim kemarau berkepanjangan sebagai dampak El-Nino dan juga adanya hari besar keagamaan nasional serta tahun baru.
"Sejak akhir Oktober 2023, harga beras sudah mulai naik," ujar Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Selasa (20/2/2024).

Pemkot Surabaya lantas melakukan sejumlah upaya agar bahan pokok bisa menyentuh HET (Harga Eceran Tertinggi) atau HAPK (Harga Acuan Penjualan di Konsumen). Di antaranya, melakukan monitoring harga komoditas pangan di pasar setiap hari, serta menjalin kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan.

"Kami juga membuat Kios TPID untuk menjual beras sesuai HET serta melakukan operasi pasar. Selain itu, kami juga melakukan Gerakan Pasar Murah dan melakukan Gerakan Tanam Bersama untuk tanaman cepat panen," kata Antiek.

Gerakan Pasar Murah digelar dua kali dalam seminggu. Berlokasi di Balai RW atau pendopo kelurahan dan kecamatan, kegiatan ini menjadi favorit para warga.

"Gerakan Pangan Murah setiap sebulan sekali, berlokasi di daerah padat penduduk yang menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar dan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke kios-kios TPID," tuturnya.

Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan distributor atau produsen bahan pokok. Mereka tidak boleh menimbun.

"Kami juga meminta mereka agar menjual bahan pokok dengan harga normal atau sesuai ketentuan," ujar dia.

Dua kali dalam seminggu, lanjut Antiek, strategi di evaluasi terutama untuk melihat harga yang masih tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved