Senin, 27 April 2026

Pemilu 2024

Menantu Bupati Jember Diusulkan Dipecat, Akibat Honor 1.119 Saksi Telat dan Suara Demokrat Jeblok

Karena tidak juga muncul, akhirnya para pengurus DPC dan PAC mendatangi rumah Sandi di Jalan Gajah Mada Jember

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/imam nawawi
Ketua Partai Demokrat Jember, Try Sandi Apriana. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kebersamaan selama masa kampanye bagi jajaran Partai Demokrat Jember bak bulan madu yang seketika sirna pasca Pemilu 2024. Kini malah muncul desakan kuat dari jajaran DPC dan PAC Partai Demokrat Jember, untuk melengserkan Try Sandi Apriana dari kursi Ketua DPC Partai Demokrat Jember.

Usulan pemecatan Sandi yang juga menantu Bupati Hendy, Hendy Siswanto dari Ketua Demokrat Jember ini, dilayangkan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur.

Sekretaris DPC Demokrat Jember, Mashudi mengungkapkan, pengurus juga telah melayangkan usulan pemberhentian tersebut melalui surat resmi kepada Ketua DPP Partai Demokrat, Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY).

Menurut Mashudi, langkah kudeta tersebut bermula pada 13 Februari 2024 malam. Saat itu seluruh pengurus DPC dan PAC Demokrat Jember mendapatkan undangan rapat persiapan Pemilu.

"Namun anehnya Sandi justru tidak muncul dalam rapat tersebut. Kami menunggu dari pukul 19.00 WIBN sampai pukul 21.00 WIB. Awalnya saat ditelepon, ia menjawab on the way," kata Mashudi, Senin (19/2/2024).

Setengah jam kemudian Ketua Demokrat Jember tersebut tidak kunjung datang. Ternyata kegelisahan para kader Demokrat itu juga karena belum ada pencairan dana untuk honor para saksi. Bahkan, ponselnya mendadak sulit dihubungi.

"Setengah jam kemudian ia tidak bisa dihubungi lagi. Karena tidak juga muncul, akhirnya para pengurus DPC dan PAC mendatangi rumah Sandi di Jalan Gajah Mada Jember," tuturnya.

Namun saat didatangi di rumahnya, keluarga Sandi tidak ada yang tahu. Hingga akhirnya para kader Demokrat menunggu di rumah menantu Bupati Hendy itu sampai Subuh. "Kami tidak tahu dia sembunyi di mana. Ditunggu hingga Subuh tetap tidak muncul, akhirnya kami membubarkan diri," ungkap Mashudi.

Mashudi mengungkapkan, para pengurus meminta Sandi dipecat sebagai Ketua Demokrat Jember karena yang bersangkutan tidak segera mencairkan dana untuk para saksi pada Pemilu 2024.

"Para pengurus PAC meminta agar dana saksi dicairkan H-1 namun tidak kabulkan. Malah bilangnya akan diberikan setelah menyerahkan surat C-hasil. Jadinya, saksi-saksi kecewa," ungkapnya.

Keterlambatan honor saksi itu berujung fatal, karena membuat perolehan suara Partai Demokrat di Pemilu 2024 di Jember jeblok. Gara-gara banyak saksi yang tidak menjalankan tugas sampai tuntas.

"Padahal pengurus tidak minta uang pribadi Ketua DPC. Tetapi uang saksi dari DPP yang memang sudah ditransfer ke DPC. Apa susahnya? Kan itu uang dari DPP," tegasnya.

Mashudi mengungkapkan, ada 7.600 saksi telah disiapkan Demokrat Jember pada Pemilu 2024. Namun karena honornya tidak diberikan lebih awal, akhirnya banyak yang mengundurkan diri.

"Dari 7.600 saksi yang telah disiapkan, hanya 1.119 orang yang tetap menjalankan pekerjaannya. Hal ini membuat terjadinya penurunan suara, sebab 1 saksi ditugaskan menangani 5 orang. Dan itu gagal," kata Mashudi lagi.

Sementara Sandi irit bicara saat dikonfirmasi. Ia berdalih sedang fokus memantau perhitungan suara Pemilu 2024. "Izin belum bisa konfirmasi, kami masih fokus pada pemilu dan penghitungan suara dulu," kata Sandi lewat penjelasan tertulis.

Berdasarkan perhitungan sementara Pemilu 2024 di laman KPU RI yang diakses pada 18 Februari 2024, Partai Demokrat Jember hanya memperoleh 3,39 persen suara. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved