Rabu, 8 April 2026

Amalan Nisfu Syaban untuk Wanita Haid

Ada sejumlah amalan Nisfu Syaban yang bisa dilakukan khususnya untuk wanita haid. Berikut penjelasannya menurut hadist

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Canva
Ilustrasi - dzikir malam Nisfu Syaban 

SURYA.CO.ID - Ada sejumlah amalan Nisfu Syaban yang bisa dilakukan khususnya untuk wanita haid.

Seperti diketahui, menurut Kalender Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal Bulan Syaban jatuh pada 11 Februari 2024. 

Sementara malam Nisfu Syaban, yang merupakan waktu istimewa bagi Umat Islam, jatuh setiap tanggal 15 di Bulan Syaban. 

Artinya, malam 15 Syaban atau malam Nisfu Syaban jatuh mulai 24 Februari 2024 setelah waktu Maghrib sampai 25 Februari 2024.

Umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di waktu Nisfu Syaban seperti puasa, membaca Al Qur'an dan memperbanyak sholat malam untuk mendapatkan keutamaan Nisfu Syaban.

Dijelaskan dalam hadist bahwa pada malam Nisfu Syaban Allah akan memberikan ampunan dosa.

Dalam hadits shahih dari Mu‘az bin Jabal Radhiallahu Anhu: Allah mendatangi semua makhluk-Nya dan memberikan ampunan kepada mereka atas segala dosa kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan. (HR Ibnu Majah, at-Thabrani dan Ibnu Hibban)

Bagi yang berhalangan mengerjakan seluruh amalan-amalan tersebut karena kondisi tertentu, misalnya wanita haid, dapat mengerjakan amalan lainnya seperti anjuran ulama berikut ini:

1. Membaca Sholawat

Banyak membaca sholawat termasuk dalam amalan Nisfu Syaban yang sangat dianjurkan.

Mengapa sholawat? Menurut Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dikutip dari aplikasi Kesan.id, salah satu alasannya adalah karena ayat perintah bershalawat turun pada bulan Sya’ban.

Ayat yang dimaksud adalah firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (QS. Al-Ahzab [33]: 56).

Di antara ulama yang menyampaikan pendapat ini adalah Syekh Ibnu Abi Shaif Al-Yamani dan Imam Syihab Ad-Din Al-Qasthalani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved